Kadisdik Persilakan Pihak Sekolah Buka Posko

  • Ijazah Siswa Satu Angkatan di SMP Salatiga Salah Tulis

DIDAMPINGI : Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga, Yuni Ambarwati saat didampingi Asisten Walikota Valentino Ariwibowo ditengah kegiatan HUT Korpri ke-48 Salatiga di Kantor Pemkot Salatiga, akhir pekan lalu. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASAN.CO - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Salatiga, Yuni Ambarwati mempersilahkan SMP 1 Salatiga membuka posko pengaduan terkait salah tulis ratusan siswanya.Hal ini diungkapnya,  ditengah kegiatan puncak HUT Korpri tingkat Kota Salatiga, di Kantor Pemkot Salatiga, akhir pekan lalu.

Dipaparkan, posko ini bisa berfungsi menampung semua keluhan atau pun pengaduan dari orang tua, atau pun para siswa sebanyak 227 khususnya angkatan 2016/2017 yang ijazahnya salah tulis. Pihaknya juga telah mengirimkan tim, untuk terus berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan termasuk juga dengan Dinas Pendidikan Provinsi agar ada solusi dan penerbitan ijazah baru.

Ia mengatakan, soal salah tulis di ijazah tersebut bisa diselesaikan dengan penerbitan surat keterangan dan Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN). "Soal itu sudah bisa, ada solusinya. Sekarang yang harus dilakukan adalah mengupayakan penerbitan ijazah baru untuk siswa," tandasnya.

Dia berharap kejadian tersebut untuk dijadikan pelajaran agar tenaga administrasi kependidikan lebih teliti saat mengecek dokumen.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 227 khususnya angkatan 2016/2017 yang ijazahnya salah tulis. Lulusan dari SMP tersebut terancam tidak bisa mengikuti ujian nasional tingkat SMA karena data pokok pendidikan siswa berbeda dengan biodata yang tercatat saat SMP.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Salatiga, Hariyati mengatakan, kesalahan tersebut diketahui saat ada seorang siswa yang melegalisir ijazahnya. Kesalahan tertera pada penulisan angka 2-17, tapi malah tertulis 2-16.

Menurut Hariyati, kesalahan penulisan nomor ijazah yang tidak sesuai tahun kelulusan itu menyebabkan data siswa tidak ditemukan di aplikasi Bio UN SMA. "Meski hanya satu angka, tapi karena ini sistem, maka siswa tidak bisa input data. Usut punya usut, kesalahan terjadi di semua siswa," jelasnya.

Peraturan pelaksanaan UN SMA, seorang siswa harus melakukan registrasi pada aplikasi Bio UN SMA menggunakan nomor ijazah SMP/MTS. Sebagai solusi, SMP Negeri 1 Salatiga menerbitkan surat keterangan (suket) bahwa kesalahan ijazah tersebut terjadi bukan karena kesalahan siswa.

Hariyati mengatakan, penulisan nomor ijazah mengacu nomor ujian disertai angka tahun kelulusan. Nomor ini telah dibentuk oleh tim tersendiri dari internal sekolah.
Tim tersebut dari petugas konseptor, korektor, dan penulis ijazah. Tugasnya juga untuk meminimalisasi adanya kesalahan

Penulis : ern
Editor   : edt