Ditemukan 505 Penderita HIV AIDS di Demak


Bupati HM Natsir bersama Ketua MUI Kabupaten Demak H Muhammad Asyiq, Wabup H Joko Sutanto,Sekda dr H Singgih Setyono dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Guvrin Heru Putranto saat menyoretkan kuas cat minyak pada kanvas poster, mengajak masyarakat STOP AIDS. Foto : sari jati

DEMAK, WAWASANCO- Sejauh ini ditemukan 505 penderita HIV Aids di Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Demak sejak 2003. Angka temuan tersebut baru sekitar 28,22 persen dari estimasi Kementerian Kesehatan sebanyak 1.761 orang.

Pada peringatan Hari Aids Sedunia (HAS) 2019 tingkat Kabupaten Demak, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Guvrin Heru Putranto didampingi Kabid P2P Heri Winarno menjelaskan, di antara 505 penderita HIV Aids tersebut, sebanyak 285 orang berstatus HIV, 149 terkategori Aids, sedangkan 71 orang sisanya telah meninggal dunia. Ironisnya lagi, dari total jumlah penderita HIV Aids, tiga persennya adalah ibu hamil yang terinfeksi dari suaminya, 79 persen kaum hetero seksual, dan 19 persennya kaum homo seksual.

"Lebih parahnya lagi, meski tak ada lokalisasi namun Demak termasuk lima kabupaten/kota di Jateng dengan temuan kasus tinggi," kata Sekda dr H Singgih Setyono, saat memberikan motivasi.

Melihat kondisi memprihatinkan itu, diinstruksikan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) berkoordinasi Dinkes, toga dan tomas segera melakukan tindakan promotif dan preventif. Terlebih lagi HIV Aids tak ubahnya fenomena gunung es. Yakni dari setiap temuan kasus diestimasi ada  1.000 orang berisiko terinfeksi penyakit mematikan tersebut.

Three Zero

Sementara itu, Bupati HM Natsir dalam sambutan arahannya menyampaikan, Orang Dengan HIV Aids (ODHA) memiliki hak dan kewajiban sama sebagai masyarakat. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, di samping membangun kepedulian dan keterlibatan lintas sektoral dalam pencegahan HIV Aids lebih efektif dan efisien dibanding mendeskriminasikan ODHA.

HAS hendaknya menjadi momentum menguatkan menguatkan kembali komitmen semua pihak dalam pengendalian HIV Aids. Terlebih Demak telah memiliki Perda Nomor 6/2019 yang mengatur penyelenggaraan penanggulangan HIV Aids di Kabupaten Demak, yang meliputi promosi kesehatan, pencegahan hingga pengibatan, bahkan diatur pula hak dan kewajiban semua pihak termasuk ODHA.

"Maka target 'Three Zero'  pada 2030 optimis tercapai. Yakni tidak ada lagi infeksi baru HIV, tidak ada lagi kematian akibat HIV Aids, dan tidak ada lagi  diskriminasi terhadap ODHA. Untuk itu pemda dan KPA butuh dukungan seluruh lapisan masyarakat, dan keterlibatan lintas sektoral," kata bupati.

Termasuk di dalamnya tidak melakukan pergaulan bebas, setia pada pasangan bagi yang sudah menikah, memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mengetahui status HIV sebagai langkah preventif. Serta tidak diskriminasi terhadap ODHA. "Sebab hubungan sosialisasi yang normal dengan ODHA tidak akan menyebabkan penularan HIV Aids," tandas bupati. 

Penulis : ssj
Editor   : jks