Mantan Direktur PD BKK Pemalang Cabang Belik Ditahan


Penjelasan Kepala Kejaksaan Negeri Pemalang, Ferizal, memberikan penjelasan usai proses penahanan tersangka mantan Pimpinan PD BKK Pemalang Cabang Belik AM. Foto : Probo Wirasto.

PEMALANG , WAWASANCO-Mantan Pimpinan PD BKK Pemalang Cabang Belik AM (47) resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Pemalang mulai Senin (9/12) sekitar pukul 12.00, setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan sejak pagi hari. Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Pemalang, Ferizal, hal ini merupakan pengembangan dari ketiga tersangka sebelumnya yang bahkan saat ini sudah menjalani hukuman di rumah tahanan.

Dalam keterangannya yang didampingi Kasi Pidsus, Haris F Harahap, dan Kasi Intel Ressy Rhoneh T.S, Kajari menjelaskan tersangka AM diduga telah menyalahgunakan kewenangan dengan memerintahkan secara langsung maupun tidak langsung pada Harun Zain selaku Kasi Pemasaran, Zaedin Mustofa selaku Kasi Kredit dan Seksi Dana Iwan Setianto (Ketiganya telah diproses sebelumnya), untuk membuat dan menciptakan kredit fiktif dan <I>domplengan<P>.

"Kredit fiktif tersangka menggunakan nama orang lain untuk pengajuan, sedangkan kredit domplengan adalah dengan menaikan angka kredit dari yang diajukan oleh nasabah,"jelasnya.

Rp 9,7 Miliar

Untuk kerugian negara akibat perbuatan tersangka berdasarkan perhitungan mencapai Rp 9.722.895.141 atau Rp 9,7 Miliar lebih. Sehingga atas perbuatannya diancam dengan pidana Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 atau Pasal 9 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Jo. Ayat (2) Jo. Ayat (3) Undang Undang No 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang Undang No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Untuk tersangka ditahan karena syarat obyektif dan subyektif sudah terpenehui, pertama mengantisipasi tersangka untuk melarikan diri, untuk mengulangi perbuatan maupun untuk menghilangkan barang bukti. Sedangka syarat obyektif bahwa kerugian negara yang ditimbulkan dari perbuatan tersangka cukup besar yakni mencapai Rp 9,7 Miliar lebih.

Sementara itu berdasarkan catatan ketiga tersangka pegawai PD BKK Pemalang Cabang Belik yang sebelumnya sudah divonis adalah Harun Zain selaku Kasi Pemasaran dengan pidana utama 5 tahun, Zaedin Mustofa selaku Kasi Kredit dengan vonis utama 4 tahun dan Seksi Dana Iwan Setianto yang divonis selama 6 tahun. Masing-masing terdakwa juga dihukum untuk menggantikan kerugian negara, dimana untuk terdakwa Harun sudah mengembalikan Rp 2 Miliar, sedankan AM Rp 250 Juta.

"Momen penahan tersangka AM memang kebetulan bertepatan dengan pelaksanaan Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh tanggal 9 Desember, untuk peringatannya sendiri selain melalui upacara, pembagian stiker dan brosur maupun bunga untuk upaya mengingatkan dan mencegah terjadinya korupsi,"tambahnya.

Penulis : pw
Editor   : jks