Leprid Beri Penghargaan OC Kaligis 

  • Pengacara yang Terbitkan Buku Terbanyak

PENGHARGAAN - Ditemani sang anak Velove Vexia, pengacara OC Kaligis saat menerima penghargaan Leprid sebagai pengacara yang menerbitkan karya tulis dalam buku terbanyak, dari dari Ketua Umum dan Pendiri Leprid Paulus Pangka. Foto : Dok Leprid

SEMARANG, WAWASAN.CO - Pengacara kondang OC Kaligis tak pernah berhenti menulis dan menuangkannya ke dalam buku. Termasuk saat dirinya sedang menjalani hukuman 7 tahun penjara di LP Sukamiskin Bandung. Tak tanggung-tanggung, dirinya mampu menerbitkan 20 buku. Jumlah itu terhitung sejak pascapenetapannya sebagai terpidana pada tahun 2015 oleh KPK. 

Kesuksesannya menerbitkan ratusan buku, termasuk 20 buku yang dibuatnya di dalam lapas itu, mendapatkan apresiasi dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).

Ketua Umum dan Pendiri Leprid, Paulus Pangka mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada OC Kaligis karena telah berhasil membuat suatu karya berupa tulisan yang berhasil diterbitkan dalam bentuk buku dan hingga saat ini telah mencapai 120 buku.

“Kita semua tahu akan dedikasi beliau sejak 1977 telah praktek sebagai pengacara dan konsultan hukum yang memiliki banyak pengalaman menangani kasus baik dalam maupun luar negeri dengan nama kantor Pengacara OC Kaligis & Associates,” kata Paulus, dalam siaran pers, Senin (9/12).

“Prestasi yang dilakukan bapak OC Kaligis dapat menjadi inspirasi bagi kita semua bahwa dalam keadaan apapun kita harus terus berkarya sehingga dapat memberikan terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, sumbangsih kepada Negara tak dibatasi oleh waktu dan ruang. Hal itu yang telah dilakukan OC Kaligis yang selalu berkarya di bidang hukum. “Beliau sebagai pengacara yang konsisten, kontinyu membela kebenaran dan keadilan tanpa pandang bulu,” pujinya.

Paulus menyampaikan, penghargaan telah diserahkan langsung kepada OC Kaligis yang didampingi putrinya, Velove Vexia pada peluncuran buku 'KPK Bukan Malaikat' dan silaturahmi dengan warga binaan LP Sukamiskin pada Sabtu (7/12).

OC Kaligis menyatakan bahwa buku yang diluncurkan tiga jilid tersebut sebagai referensi bagi pihak yang mencari keadilan akibat tindakan oknum KPK kebal hukum.

“Ini merupakan bentuk perjuangan dan perlawanan bahwa harus ada pihak yang mengawasi KPK agar tidak bertindak sewenang-wenang," ucap Kaligis. 

Peluncuran buku tersebut juga disaksikan mantan Menteri Agama Surya Dharma Ali, mantan Menteri ESDM Jero Wacik, mantan hakim MK Patrialis Akbar, dan mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Kemudian, acara tampak dihadiri  mantan Ketua Komisi III DPR, Fahri Hamzah, anggota Komisi III Masinton Pasaribu dan Arteria Dahlan serta politisi Dewi Tanjung. 

Penulis : arr
Editor   : edt