Media Massa Berperan dalam Tingkatkan Partisipasi Pemilih


Kepala Dinkominfo Kabupaten Demak Endah Cahya Rini saat menjadi narasumber pada kegiatan diskusi KPU tentang peran media massa independen dalam peningkatan partisipasi pemilih. Foto : sari jati

DEMAK , WAWASANCO- Pemilu serentak 2019 telah meninggalkan banyak kesan bagi masyarakat. Termasuk kaitannya keberadaan media massa, yang disorot independensinya dalam pendukungan salah satu kandidat.

Sehubungan itu lah KPU Demak menggelar forum diskusi, membahas tingkat keterlibatan atau keberhasilan media massa dalam menibgkatkan partisipasi masyarakat sebagai pemilih. Terlebih berdasarkan kuantitatif, ada peningkatan angka partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019 yang disebutkan sebesar 83 persen, dibanding pada 2014 yang hanya tercatat sebesar 78 persen.

Ketua KPU Demak H Bambang Setya Budi menyampaikan, medua massa sebagai pilar demokrasi tidak bisa dipandang sebelah mata. Namun melihat pengalaman pada pesta demokrasi yang baru lalu, khususnya ketika beberapa media besar di kancah nasional disanksikan netralitasnya, masyarakat perlu semakin cerdas memilih dan memilah berita atau informasi terkait Pilkada 2020.

"Di sini lah peran penting media massa dibutuhkan untuk membantu menumbuh kembangkan proses demokrasi. Terlebih keberadaan Kode Etik Jurnalistik menjadi 'rambu' untuk tidak memihak dan menjaga independensi demi membangun demokrasi berkualitas," ujarnya, Selasa (10/12).

Di sisi lain, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Demak Endah Cahya Rini menyampaikan, sepanjang media massa atailu pers bisa menjalankan fungsi sebagai pengawas, kritik, koreksi dan saran sekaligus problem solver, optimis tidak ada masalah dalam menjalankan perannya sebagaibpilar demokrasi. 

Namun di sisi lain, menurut mantan Kabag Humas Setda Demak itu, media massa dalam hal ini wartawan tak jarang juga dihadapkan pada kondisi yang tak bisa dihindari. Di satu sisi dituntut memberikan informasi mencerdaskan masyarakat, namun di sisi lain merupakan bagian perusahaan yang provit oriented.

"Di sisi lainnya lagi, terbitnya UU Pers Nomor 44/1999 seolah menjadi kran bagi siapa pun membuat media massa, karena kemerdekaan pers dijamin sebagai hak setiap warga negara," ujarnya.

Bahkan data Dewan Pers, dari sekitar 47.000 media massa yang terdaftar sekitar 43.000-nya adalah media online. Maka ketika masyarakat tidak cerdas memilih dan memilah informasi yang belum diketahui atau dipastikan kebenarannya, menurut Endah Cahya Rini, bisa terjadi berita hoaks tampak seperti tidak hoaks.

Peran media massa dalam mencerdaskan masyarakat, utamanya dalam mendukung upaya peningkatan partisipasi masyarakat masih cukup besar. Tentunya dengan tetap mengedepankan independen atau netralitas. 

Penulis : ssj
Editor   : jks