Laku Bisu , Iringi Kirab Pusaka Blora


KIRAB : Bupati Blora H. Djoko Nugroho, menyerahkan pusaka kuna kepada Sekda Blora, Komang Gede Irawadi, untuk dikirab depan laku bisu, diikuti peserta para pejabat Pemkab Blora, Selasa dini hari. Foto : Wahono

BLORA, WAWASAN.CO – Prosesi Kirab pusaka dengan laku bisu, menjadi rangkaian hari jadi ke-270 Kabupaten Blora, berjalan khidmat. Kirab keris Kyai Bisma dan pusaka lainnya, diawali dari pendapa rumah dinas bupati dan berakhir pukul 01:30 WIB, pada Selasa  (10/12) dini hari.

Pemberangkatan dan pelepasan dipimpin Bupati Djoko Nugroho, didampingi Wabup Arief Rohman, Sekda Komang Gede Irawadi, dan dilanjut kirab laku bisu.

“Kirap laku bisu atau kirab tanpa berbicara apapun, berjalan khidmast dan lancer,” jelas Kabag Humas Setda Mulyowati.

Para kepala organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa dan kepala kelurahan, ikut dalam prosesi kirab pusaka kuna, semuanya laku bisu sembari berdoa untuk kemajuan, dan keselamatan Kabupaten Blora.

Kirab berangkat dari pendapa kabupaten pukul 00.00 WIB menempuh jarak sekitar dua kilomneter, ritenay antara lain pendapa, jalan RA Kartini, jalan Dr Sutomo, jalan Gunung Sumbing, jalan Pemuda, jalan Abu Umar kembali di pendopo. 

Adapun petugas pembawa pusaka keris Kyai Bisma oleh Sekda Komang Gede Irawadi, pembawa pusaka lainnya dari Peguyuban Pandemen Tosan Aji Toya Padasan. 

“Para paraga dan pengombyong kirab, semu mengenakan pakaian adat Jawa beskap krowok,” kata Mulyowati.

Pengombyong kirab juga diikuti anggota Yayasan Mahameru, Pendemen Tosan Aji Kuntul Ngantuk, Kadhang Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan YME, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), dan Sedulur Sikep (Samin).

Kepala Dinporabudpar Slamet Pamudji, berharap kedepan Kirab Pusaka ini bisa menjadi daya tarik wisata budaya, karena dilaksanakan rutin setiap tahun menjelang Hari Jadi Kabupaten Blora, Rabu (11/12) besok.

Sebelum kirab, digelar pertunjukan seni cokek’an (gamelan) di pendopo kabupaten dan selamatan atau tumpengan dengan mengundang masyarakat umum dari sekeliling rumah dinas Bupati Blora.

“Ini acara yang bagus sebagai wujud penghormatan dan uri-uri peninggalan budaya para sesepuh. Dini hari tadi peserta kirab diam, membisu, dan seperti berdoa,” ungkap Sulastri (57), warga Kota Blora.

Sebelum di kirab, benda-benda pusaka peninggalan Adipati/Bupati tempo dulu, diantaranya keris Kyai Bismo, dan beberapa jenis keris serta mata tombak peninggalan abad 15, dibersihkan atau dijamasi.

Penulis : wah
Editor   : edt