KA Pengangkut 1.136 Ton Semen Terguling


Kereta api barang bermuatan 1.136 ton semen, terguling dari jalur rel di emplasemen Statisun Doplang, Dukuh Dukuhan, Desa Doplang, Kecamatan Jati, Blora dalam pengamanan polisi. Foto : Wahono

BLORA, WAWASANCO-Kereta api (KA) barang bermuatan semen, Kamis (12/12), terguling (tergelincir) dari jalur rel di emplasemen Statisun Doplang, masuk wilayah Dukuh Dukuhan, Desa Doplang, Kecamatan Jati, Blora.

"Tergelincirnya KA Barang angkutan semen 2704 terjadi pukul 11.18 WIB," jelas Manajer Humas PT Kereta Api Indonesai (KAI) Daerah Operasi (Daops) IV Semarang, Krisbiyantoro.

Kereta api barang dengan nomor loko CC-2061321 masinis Ali Mufid, berangkat dari Stasiun Kampungbandan menuju Stasiun Kalimas, dengan menarik 20 rangkaian gerbong dan berat 1.136 ton.“KAkeluar jalur rel di kilometer 52+926, tepatnya di jalur II Stasiun Doplang, Kecamatan Jati, Blora, Jawa Tengah,” jelas Krisbiyantoro.

Untuk evakuasi, didatangkan bantuan crane khusus dari Cirebon dan dari Solo. Crane dari Solo sudah berangkat pukul 12.34 WIB, dan dari Cirebon berangkat pukul 12.38 WIB.

Terpisah Kapolres Blora, AKBP Antonius Anang, melalui Kapolsek Jati AKP Bajuri, menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Untuk pengamanan telah diterjunkan puluhan personil bersenjata.

Police Line

Posisi KA dengan 20 gerbong saat ini, 11 gerbong terguling, dan sembilan gerbong dalam keadaan selamat. “Satu KA crane sudah tiba di TKP, satu lagi menyusul, rencana evakuasi malam nanti,” jelas AKP Bajuri.“Tidak ada korban jiwa dari kecelakaan itu. Penyebab kecelakaan, sedang dalam penyelidikan tim Polres bersama PT KAI,” jelas Kapolsek Jati di tempat kejadian perkara (TKP) KA barang terguling.

Di TKP, AKP Bajuri mewanti-wanti warga sekitar rel KA yang sudah dipasang police line (garis kuning polisi) agar jangan bermain-main, dan beraktivitas di kawasan rel, karena sangat berbahaya.“Warga kami imbau untuk tidak dekat TKP, karena di jalur rel satunya masih melintas kencang KA cepat Jakarta-Surabaya,” tandas Kapolsek Jati, AKP Bajuri.

   

Adapaun rangkaian gerbong yang mengalami anjlok bernomor rangka 42 13 55,  42 14 035, 42 14 015, 42 14 279, 42 14 343, 42 14 296, 42 14 395, 42 14 425, 42 14 069, dan 42 13 114.

Sementara, rangkaian anjlok dua as roda bogie depan bernomor GD 42 14 396. Selain mengalami anjlok, juga ditemukan kerusakan material pada bantalan beton jalur KA.

Bantalanb benton yang bodol itu, masing-masing  140 bantalan beton di jalur hulu, 77 bantalan beton di jalur satu Stasiun Doplang, dan 45 bantalan wesel dengan kedalaman 31 dpl.

Penulis : wah
Editor   : jks