UNS Wisuda 1.461 Sarjana Baru


Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho SH MH tengah mewisuda salah seorang sarjana lulusan setempat dalam acara wisuda periode IV tahun 2019  yang berlangsung di Auiditorium  GPH Haryo Mataram setempat, Sabtu (14/12). (Bagus Adji W)  

SOLO, WAWASAN.CO - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda 1.461 sarjana baru pada acara wisuda periode IV tahun 2019 di Auiditorium  GPH Haryo Mataram, Sabtu (14/12). Dari seluruh lulusan, yang diikuti Program Doktor, Magister. Pendidikan Dopkter Spesialis, Sarjana dan Diploma tersebut, tercatat 244 orang diantaranya dinyatakan lulus cumlaude (dengan pujian) .

Wakil Rektor bidang Akademik Prof Dr Ir Ahmad Yunus MS melaporkan, sarjana baru yang diwisuda  197 orang diantaranya merupakan lulusan Pascasarjana, lulusan Program Pendidikan Dokter  sebanyak 32 wisudawan, lulusan Pragram Sarjana berasal dari 11 Fakultas  sebanyak 1.126 wisudawan. Selain itu juga  sebanyak tiga wisudawan merupakan lulusan  Program Diploma IV dari Fakultas Kedokteran dan 94 wisudawan merupkan lulusan  Progrtam Diploma III dari delapan fakultas di INS  serta  Sembilan wisudawan merupakan lulusan Program  Diploma dari Fakultas MIPA.

"Sampai dengan acara wisuda periode IV tahun 2019, UNS sejak berdiri hingga kini telah memiliki 185.590 alumni. Terdiri 547 lulusan Program Doktor, 15.815 lulusan program Magister, 1.166 alumni program Pendidikan Dokter Spesialis dan 29 alumni program Profesi Insinyur serta  244 alumni Pprogram Pendidikan Profesi Akuntansi. Juga  119.975 alumni Program Sarjana, sebanyak 1.589 alumni Program Diploma IV dan 30.5780 alumni program Diploma III seerta 15.655 alumni program Diploma II“, jelasnya.

Sementara, Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho SH MH dalam amanatnya menandaskan, , dunia saat ini sudah move on memasuki era millenials. Era ini digambarkan sebagai periode waktu dimana teknologi berkembang pesat dan menjadi sebuah gaya hidup bagi generasi didalamnya. Kemunculan  saudara sebagai generasi mienial di era perubahan akan membawa pengaruh besar dalam tatanan politik dan ekonomi Indonesia dalam kurun waktu  lima hingga 10 tahun ke depan.

” Saya mengingatkan bahwa perubahan global betul betul ada dan sudah nyata hadir didepan mata kita . Sehingga tidak ada pilihan lain bagi saudara  yang akan segera menghadapi pusaran perubahan tersebut untuk segera “hijrah” dari pesimisme ke optimisme. Tantangan yang dahulu bersifat kolonialisme  kini  berevolusi menjadio kompetisi global”, tegasnya.

 

 

Penulis : baaw
Editor   : edt