Tetap Semangat di Usia Senja, Bersama STIkes Karya Husada Semarang 


FOTO BERSAMA - Tim dosen pengabmas STIKes Karya Husada Semarang berfoto bersama para peserta warga RW 13 Kelurahan Meteseh Semarang, disela kegiatan. foto dok

SEMARANG, WAWASAN.CO - Klimakterium terjadi pada akhir tahap reproduksi, berakhir di awal senium dan umumnya terjadi pada wanita berusia 40-65 tahun. Masa ini, ditandai dengan berbagai macam keluhan endokrinologis dan vegetatif. 

Secara endokrinologis, masa klimakterium ditandai oleh turunnya kadar estrogen. Kekurangan hormon estrogen,  menyebabkan menurunnya berbagai fungsi degeneratif ataupun endokrinologik dari ovarium, yang menimbulkan rasa cemas pada sebagian besar wanita. 

Wanita pada masa klimakterium akan mengalami berbagai macam perubahan tertentu yang dapat menyebabkan gangguan baik ringan maupun berat. Perubahan dan gangguan itu sifatnya berbeda-beda. 

Tahap awal perubahan yang dialami oleh wanita masa klimakterium adalah menstruasi tidak teratur dan sering terganggu. Perubahan ini, membuat banyak wanita masa klimakterium tidak bersemangat, dalam melakukan kegiatan sehari-hari. 

Melihat masalah tersebut, para dosen di STIKes Karya Husada Semarang belum lama ini melakukan kegiatan pengabdian masyarakat (PengabMas), tentang upaya kesehatan mandiri dengan Daily Living Management pada masa Klimakterium, di RW 13 Kelurahan Meteseh Semarang.

Isy Royhanaty selaku ketua tim pengabmas STIKes Karya Husada Semarang mengungkapkan, pengabdian kepada masyarakat tersebut merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

"Dalam Pengabmas ini, tim menguatkan bahwa pentingnya para wanita masa klimakterium, untuk menjaga kesehatan reproduksi, serta melakukan aktivitas yang sehat dalam kehidupan sehari hari," terangnya.

Dipaparkan, beberapa ketidaknyamanan yang akan terjadi pada masa ini, diantaranya perubahan fisik seperti kulit mengendur, keriput, kuku rapuh dan berwarna kuning, mata kering, rambut menipis, sering diketemukan tumbuhnya rambut disekitar bibir, gangguan kontrol berkemih, hingga jantung berdebar-debar saat beraktivitas. 

Sementara, perubahan psikis seperti perasaan tertekan, depresi dan cepat marah, kelelahan fisik, insomatik, susah tidur serta rasa sakit, mudah tersinggung, kecemasan, perubahan mood, gangguan tidur, dan perubahan kognitif. 

"Hal tersebut harus dihindari. Caranya dengan mengkonsumsi makanan tinggi vitamin, dan melakukan aktivitas olahraga yang teratur. Selain itu istirahat cukup, sekitar 7 – 8 jam per hari, selalu berpikir positif dan menghindari stress," tandasnya.
 
Lebih jauh dipaparkan, dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, diawali dengan pemeriksaan tensi, senam lansia, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang upaya kesehatan mandiri dengan Daily Living Management  di masa Klimakterium. 

"Diharapkan setelah pengabmas ini, wanita pada masa klimakterium lebih sadar akan kesehatannya dan bisa melakukan aktivitas sehat di masa tua,"pungkasnya. 

 

Penulis : arr
Editor   : edt