Bea Cukai Musnahkan 18,760 juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp 13,302 miliar


DIMUSNAHKAN : Jajaran pejabat Ditjen Bea Cukai bersama lembaga/instansi terkait memusnahkan hasil penindakan Operasi Gempur Tokok Illegal 2019 berupa 18.760.828 batang rokok, 1,76 ton tembakau iris, 47.682 keping pita cukai palsu dan alat pendukung produksi lainnya. Foto : sari jati 

DEMAK, WAWASAN.CO -  Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan DIY bekerjasama Bea Cukai Semarang serta Polda Jateng menggerebek pabrik rokok WM di kawasan Mijen Demak. Dalam kegiatan bertajuk Operasi Gempur Rokok Ilegal 2019 yang dilaksanakan pada 29 Nopember itu petugas gabungan berhasil mengamankan 675.060 batang rokok ilegal senilai Rp 482,667 juta berikut enam unit mesin produksi rokok yang diduga juga ilegal.

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi melalui Direktur Penindakan dan Penyidikan Dirjen Bea dan Cukai Wijayanta saat konferensi pers terkait penindakan pabrik rokok illegal berikut pemusnahan 18,760 juta batang rokok illegal hasil Operasi Gempur Rokok Illegal 2019 menyampaikan, angka penindakan selama 2019 naik 12 persen dari 5.436 pada 2018 kasus menjadi 6.113 kasus. Begitupun nilai hasil penindakan naik dua persen dari Rp 237 miliar pada 2018 menjadi Rp 242 miliar pada 2019. 

"Selain berkat dukungan aparat penegak hukum seperti TNI, Polri, Kejaksaan, dan Satpol PP serta instansi terkait, keberhasillan tersebut juga  berkat sinergitas pabrik-pabrik rokok resmi serta masyarakat," ujarnya, Jumat (20/12).

Sinergi dan kolaborasi yang telah dilakukan oleh Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY tersebut telah menghasilkan 398 penindakan di tahun 2019 dengan hasil  penindakan senilai Rp 44,848 miliar. Sementara potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 39,894 miliar. 

Disebutkan pula, hasil pengawasan secara nasional rokok illegal variannya ada lima. Yakni polos tanpa dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu, asli tapi bekas,  asli tapi membeli dari pabrik tetangga, serta pita cukai asli tapi salah peruntukan. 

"Pabrik rokok WM di Mijen Demak, tempat ditemukan 675,060 batang rokok illegal, memiliki ijin resmi pada 2017. Selain memproduksi rokok legal,  ada pula  yang illegal dan jumlahnya lebih besar lagi," kata Wijayanta

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Kanwil DJBC Jateng dan DIY Tri Wikanto. Anggota DPR RI Komisi XI Fathan Subechi dan Musthofa. Di samping Direskrimsus Polda Jateng  Kombes Pol R. Y. Wihastono Yoga Pranoto serta Pangdam IV Diponegoro M Effendi.

Selain melakukan ekspos penindakan, pada saat sama dilakukan pemusnahan barang milik negara eks hasil penindakan rokok ilegal dari periode Januari 2018 - Oktober 2019. Total barang  dimusnahkan adalah 18.760.828 batang rokok, 1,76 ton tembakau iris, 47.682 keping pita cukai palsu dan alat pendukung produksi lainnya. Total nilai barang yabg dimusnahkan sebesar Rp 13,302 miliar, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 7,978 miliar. 

 

Penulis : ssj
Editor   : edt