Lestarikan Masjid Agung Demak dengan Penulisan Buku


IKON SEJARAH  :  Para narasumber yang dihadirkan IPLBI dan Universitas Sultan Fatah Demak dalam workshop penulisan buku 'Jelajah Masjid Mula Jawa'. Foto : sari jati

DEMAK, WAWASAN.CO - Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) berkerjasama Universitas Sultan Fatah Demak menggelar Workshop Menulis Buku bertajuk 'Jelajah Masjid Mula Jawa'. Menariknya, tak hanya  menghadirkan sejumlah narasumber ahli, kegiatan berlangsung di Gradhika Bina Praja Demak itu pun dilanjutkan jelajah visual arsirektur Masjid Agung Demak. 

Rektor Unversitas Sultan Fatah Demak Suemy menyampaikan, workshop yang diikuti puluhan dosen arsitektur serta dosen umum dari sejimlah perguruan tinggi itu terselenggara atas ide DR Muhammad Kusyanto ST MT. Dosen Fakultas Teknik Universitas Sultan Fatah, yang baru saja menyandang gelar doktornya dengan disertasi tentang masjid kubah di Demak. 

"Di samping tentunya dimaksudkan semakin mempopulerkan Masjid Agung Demak  dari segi seni arsitektur. Sehingga tak hanya menarik minat wisatawan religi,  namun lebih banyak lagi kegiatan berbobot seperti kajian-kajian ilmiah atau seni budaya membahas masjid peninggalan Sultan Fatah dan Walisanga ini," ujarnya, Minggu (22/12).

Maka itu para pakar arsitektur utamanya bangunan bersejarah negeri ini dihadirkan untuk menyampaikan pendapat ilmiahnya. Antara lain Prof Ir Totok Roesmanto MEng yang menyampaikan materi arsitektur nusantara, DR Ir Krisprantono MA (Kelestarian Masjid Agung Demak), DR Ir Dwi Lindarto MT (Cara Mudah Suvei Visual Arsitektur), DR Muhammad Kusyanto ST MT (Implementasi Arsitektur Demakan  dalam Pelestarian Melalui Dokumentasi Digital), serta Ir Priyo Pratikno MT (Cara Mudah Menyusun Buku).

Gayung bersambut, workshop yang dimaksudkan pula melestarian cagar budaya nasional berusia lima abad lebih itu mendapat dukungan Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS SE. Dalam sambutan saat membuka workshop, wakil rakyat asli Mranggen itu menyampaikan, Masjid Agung Demak sebagai ikon Kota Wali pastinya mempunyai nilai tak terhingga. Terlebih dari segi histori, Demak merupakan pusat penyebaran ajaran Islam pertama di Pulau Jawa oleh Walisanga.

Selain melestarikan keberadaannya secara fisik, menurit Fahrudin, menjaga nilai sejarah Masjid Agung Demak pun penting sehingga tetap dikenal dari generasi ke generasi. Hanya saja  adanya buku segala hal tentang Masjid Agung Demak dari sisi ilmiah masih langka. 

"Maka saya sangat berharap pascaworkshop ini terbit buku-buku atau karya ilmiah tentang Masjid Agung Demak yang dapat menjadi acuan masyarakat memperlajari sejarah Nusantara dan Demak khususnya," pungkasnya.

 

 

Penulis : ssj
Editor   : edt