Prodi Ekonomi Islam FEB Undip Gelar Seminar Islam dan Kebangsaan


MENYERAHKAN - Ketua Program Studi Ekonomi Islam Undip Darwanto SE MSi Msy (kanan) menyerahkan cinderamata kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda KH Aunullah A’la Habib L.c, disela kegiatan di Hall  Gedung C Kampus Tembalang, belum lama ini. Foto dok

SEMARANG, WAWASAN.CO  – Adanya budaya yang beragam mengajarkan kita untuk saling bertoleransi dan menghargai perbedaan. Kemudahan dan ketenangan dalam beribadah merupakan bentuk motivasi serta untuk memacu kita sebagai muslim agar mampu menjadi muslim yang lebih baik lagi. Muslim yang tidak hanya hablumminallah tetapi juga hablumminannas. 

“Seharusnya kita beruntung sebagai muslim yang hidup di Indonesia kita bisa tenang dalam beribadah, tidak seperti saudara kita yang hidup di daerah konflik seperti di Suriah dan Iran. Mereka bisa jadi meninggal sewaktu-waktu,” papar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda KH Aunullah A’la Habib L.c, dalam seminar bertajuk ‘Islam dan Kebangsaan’, yang digelar program studi (prodi) Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip di Hall  Gedung C Kampus Tembalang, belum lama ini.

Dipaparkan, keberagaman di Indonesia merupakan bentuk ajaran Islam yang dinamis, mengikuti aturan serta norma-norma yang berlaku di masyarakat. Perbedaan ini, seharusnya dapat disikapi dengan bijak dan memerlukan sikap kerendahan hati. 

“Kerendahan hati untuk tidak merasa ajaran yang dianut adalah ajaran paling bena,r dan sikap keterbukaan untuk menerima perbedaan. Selagi tidak menyalahi ajaran Rasulullah SAW dan melanggar apa yang terdapat dalam Al-Qur’an, perbedaan ini justru mampu memperkaya khasanah keilmuan kita,” paparnya.

Sementara, Ketua Program Studi Ekonomi Islam Undip Darwanto SE MSi MSy memaparkan, perkembangan Islam di Indonesia saat ini, tidak bisa lepas dari peranan ulama terdahulu yang menyebarkan ajaran melalui jalur perdagangan, jalur kesenian, serta kontribusi terhadap pemerintahan. “Ajaran Islam disebarkan dengan cara-cara yang dinamis, dimana dalam berdakwah ajaran tersebut disesuaikan dengan budaya dan karakter bangsa Indonesia,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan, Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup masyarakat Indonesia, didalamnya terdapat kontribusi pemikiran yang besar dari tokoh-tokoh ulama Islam. Pancasila sebagai tonggak kemajuan bangsa, seharusnya dapat dimaknai secara luas. 

“Nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila, merupakan cerminan dari masyarakat muslim. Bagaimana menciptakan kehidupan yang tentram, saling menghargai, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya. 

Pihaknya berharap , kegiatan tersebut mampu membawa dampak yang positif bagi segenap civitas akademika di lingkungan FEB Undup,  serta mampu memberikan pengetahuan mengenai sejarah dan perkembangan Islam di Indonesia. Acara ditutup dengan pembacaan doa dan foto bersama. 

Penulis : arr
Editor   : edt