Mahasiswa peserta program KKN Unisfat Demak bersama masyarakat Kecamatan Mijen saat menggelar pameran aneka produk unggulan hasil pemberdayaan masyarakat. Foto : sari jati
DEMAK, WAWASANCO-Selama 30 hari melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), 57 mahasiswa Universitas Sultan Fatah (Unisfat) berhasil memberdayakan masyarakat empat desa di Kecamatan Mijen Kabupaten Demak. Selain dalam bentuk kegiatan sosial, dengan segala inovasi, kreativitas serta ilmu di perkuliahan, mereka berhasil memberdayakan masyarakat dengan aneka produk olahan berbahan baku unggulan lokal sehingga berujung peningkatan kesejahteraan.
Saat penarikan mahasiswa KKN untuk kembali ke kampus, Rektor Unisfat Suemy menyampaikan, KKN merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya poin pengabdian masyarakat. Dalam prakteknya, kegiatan yang biasa dilokasikan di pedesaan itu dilaksanakan dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral.
Pada tahun 2019, KKN mahasiswa Unisfat dibagi dalam empat kelompok berdasar lokasi penempatan. Yakni kelompok Desa Ngegot, Bakung, Bantengmati dan Pecuk.
Dengan produk-produk inovasi dan kreatifitas yang diciptakan mulai dari aplikasi pendataan penduduk, kursus pranatacara (MC berbahasa Jawa), pemberdayaan masyarakat untuk pencegahan stunting, hingga aneka olahan makanan dan minuman bergizi dan bernilai jual tinggi berbahan baku potensi lokal. Selain itu ada pula kerajinan tangan daur ulang limbah plastik dan kaleng bekas, di samping kompor berbahan bakar limbah oli.
"Maka itu terimakasih kami sampaikan kepada Camat Mijen berikut jajarannya yang telah berkenan menerima sekaligus membimbing 57 mahasiswa kami selama melaksanakan program KKN. Di samping tentunya kepada para dosen pendamping yang tak bosannya membimbing dan menjadi konsultan mahasiswa selama ber-KKN," kata Suemy, Sabtu (28/12).
Pada saat sama apresiasi disampaikan kepada pemerintah desa juga segenap masyarakat yang telah membantu, sehingga para mahasiswa peserta KKN mendapatkan ilmu sekaligus pengalaman bermanfaat tentang ilmu sosial yang sesungguhnya.
"Semoga pengalaman yang didapatkan mahasiswa kami di lokasi KKN bermanfaat untuk masa depan mereka. Termasuk pengembangan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama di bangku perkuliahan," imbuh Suemy.
Di sisi lain, Sekcam Mijen Purkanto menuturkan, kebanggaan sekaligus terimaksih Mijen bisa menjadi lokasi KKN. Terlebih selain empat ASN Kecamatan Mijen tercatat sebagai mahasiswa Unisfat, juga karena banyak manfaat sosial diperoleh masyarakat, di samping program pemerintah terdukung. Seperti pencegahan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kami berharap program KKN dari Unisfat Demak berkelanjutan di Kecamatan Mijen, pun produk-produk yang dikenalkan pada masyarakat bisa lebih dimassalkan. Sehingga dirasakan benar efek manfaat pemberdayaan masyarakatnya," kata Purkanto.
Hal sama disampaikan Kabid Pemerintahan dan Sosial Budaya Bappeda Ali Ahmadi. Program-program pemberdayaan masyarakat yang telah diinisiasi mahasiswa KKN Unisfat diharapkan ditindaklanjuti pihak pemdes. Jika perlu ada keberlanjutan dari pihak perguruan tinggi (terkait program KKN), sehingga turut menangkat Kecamatan Mijen yang termasuk etalase Kabupaten Demak karena berbatasan wilayah Jepara
Penulis : ssj
Editor : jks