Tanggul Jebol Sungai Tuntang Berhasil Ditutup


Tim dari BBWS saat proses penutupan bagian tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Dukuh Gobang Desa Trimulyo Guntur, dan dilabjurkan dengan penguatan.

DEMAK, WAWASANCO- Warga Dukuh Gobang Desa Trimulyo Kecamatan Guntur akhirnya bisa merasa lega. Setelah sempat gagal hingga dua kali, Tanggul Sungai Tuntang yang jebol pada Kamis (9/1) pagi dapat ditutup pada Minggu (12/1) petang, dan dilanjutkan proses penguatan. 

Meski genangan banjir mulai surut, namun warga korban banjir di lokasi pengungsian disarankan untuk tidak buru-buru kembali ke rumah masing-masing. Mengingat potensi hujan yang masih tinggi di daerah hulu. 

Meski ada yang bertahan di pengungsian, ada pula yang kembali ke rumah untuk sekadar membersihkan sisa lumpur. "Endapan lumpur sisa banjir baiknya segera dibersihkan, agar tak merusak perabot rumah tangga. Sedangkan mengenai kerugian tanaman padi dan palawija yang mati atau rusak terendam, kami belum bisa menghitungnya," kata Ahmad, salah seorang warga, Senin (13/1).

Sementara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di sela kegiatannya menyambangi korban banjir di Trimulyo Guntur mengimbau, masyarakat juga lembaga/instansi terkait mengaktifkan patroli pemantauan kondisi sungai. Utamanya di titik-titik tanggul rawan (longsor).  Selain agar sungai digunakan sesuai peruntukan, dimaksudkan pula agar tidak terjadi perusakan.

"Tanggul tidak boleh ditanami palawija dan sejenisnya, apalagi dilubangi untuk mengambil air sungainya. Hal-hal yang sepertinya kecil semacam ini bisa membahayakan," ujarnya.

Selain itu, gubernur juga menyerukan upaya penanaman  di daerah hulu. Sebab pengerukan sedimen saja tidak cukup, jika tidak diimbangi pengoptimalan fungsi lahan resapan di wilayah hulu. Terlebih pengerukan sedimen atau normalisasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh BBWS atau Kementerian PUPR, harus ada support dari daerah seperti PSDA. Mengingat banyaknya sungai yang harus dinormalisasi.

Sedangkan kepada para korban banjir di lokasi pengungsian, selain memberikan dukungan moril, gubernur juga mengingatkan agar masyarakat turut menjaga kelestarian tanggul sehingga bermanfaat optimal. Antara lain tidak menanami tanggul dengan tanaman palawija dan sejenisnya, atau mengambil air sungai dengan cara melubangi tanggul. Sebab hal-hal tersebut berpotensi menjadikan ruas tanggul rawan amblas atau longsor.

Penulis : ssj
Editor   : edt