Ditolak, Pembangunan Perumahan di Situs Sunan Katong


Warga dan Ormas saat berbicara dengan perwakilan pengembang. (Foto : Hanief)

KENDAL, WAWASANCO-Penolakan Atas Pembangunan Perumahan oleh Pengembang PT Toto Tentrem Sentosa, di bawah Makam Sunan Katong Kaliwungu Selatan terus disuarakan. Kali ini disampaikan oleh berbagai elemen masyarakat dan Forum Ulama Kaliwungu, yang mengungkapkan kehawatiran akan keberlangsungan situs bersejarah Makam Waliyulah Kanjeng Sinuwun Sunan Katong, yang berlokasi di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Senin (13/1).

Sekretaris Forum Ulama Kaliwungu, Azis mengatakan, reaksi penolakan muncul saat acara Kliwonan yang diselenggarakan oleh Forum Ulama Kaliwungu bersama Muspika, yang dilaksanakan setiap Jumat Kliwon.

"Dalam forum tersebut para ulama Kaliwungu  yang juga dihadiri Muspika Kaliwungu dan Kaliwungu Selatan sepakat menyatakan tidak setuju dengan adanya pembangunan perumahan, karena dikhawatirkan membahayakan keberadaan situs bersejarah," ungkap Aziz saat dilokasi.

Menurut Aziz, untuk menguatkan sikap para ulama tersebut dalam bentuk pernyataan sikap yang akan ditanda tangani bersama dan dikirimkan keinstansi-instansi terkait.

Diluar bahaya longsor yang dikhawatirkan oleh banyak pihak, terungkap juga bahwa kawasan Makam Kanjeng Sinuwun  Sunan Katong telah masuk dalam daftar situs Cagar Budaya Nasional Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Nasional, telah teregistrasi dan dalam tahap penelitian.

Hal itu disampaikan oleh staf Bidang Cagar Budaya Kendal, Jupriyono.SH, yang hadir meninjau lokasi, bersama staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal bidang Cagar Budaya, juga dihadiri Camat Kaliwungu Selatan, Pj Kades Protomulyo beserta perangkat Desa, Tokoh Pemuda, perwakilan Forum Ulama Kaliwungu, Perwakilan Ormas Kepemudaan, LSM ,dan warga sekitar.

Menurutnya, berpedoman pada UU No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, kawasan tersebut harus disterilkan dari kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan situs.

"Jadi kalau bicara zona, adalah menyesuikan kebutukan dan ketentuan, kalau tidak mau mengindahkan dengan peringatan kita, kita akan bertindak lebih jauh " tegasnya.

Selain meminta kepada pengembang untuk segera menghentikan kegiatanya, Jupri juga menyampaikan akan segera memasang papan zonasi kawasan cagar budaya disekitar area tersebut supaya tidak kegitan didalam area zonasi.

Sementara itu dari ormas Pemuda Pancasila yang diwakili oleh Komandan Koti (Komando Inti) Kendal, Suud mengatakan, dirinya bersama barisan PP siap menyelamatkan situs tersebut. "Kami siap berada di garda depan untuk menyelamatkan situs," tegasnya.

Masyarakat juga menyayangkan sikap pengembang yang selalu berdalih sudah melakukan sosialisasi dilingkungan sekitar, sebelum melakukan kegiatan. Dengan menggunakan daftar hadir sosialisasi sebagai dasar pengajuan ijin dan mengangap masyarakat sudah setuju, seperti diungkapkan oleh Sholikin Ketua RW setempat , 

"Daftar hadir itukan untuk sosialisasi, dan yang hadir belum tentu setuju, contohnya saya yang hadir disana, dan saya menyatakan menolak sejak awal," jelas Sholikin. 

Penulis : Hanief
Editor   : edt