7 Anggota Komplotan Rampok Diringkus

  • Bobol Gudang Kopi

Komplotan rampok gudang kopi Kapal Api milik PT Fastrata Buana di Jalan Arimbi No.75, Kampung Brajan RT 01 RW 04, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga saat menerangkan aksi mereka dihadapan Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono di Pendopo Mapolres Salatiga, kemarin. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO-Komplotan rampok gudang kopi Kapal Api milik PT Fastrata Buana di Jalan Arimbi No.75, Kampung Brajan RT 01 RW 04, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Salatiga berhasil diringkus.

Jajaran Reskrim Polres Salatiga menangkap tujuh pelaku dari total  terdapat 11 orang  yang beraksi saat merampok di gudang kopi Salatiga

Untuk dua pelaku atas nama Abdul Wakhid (22) warga kampung Ngawen RT 05 RW 01,Kecamatan Ringinarum, Kendal  dan Dadang Aji Sulaksono (32)  warga Jalan Ngepos III, RT 01 RW 01, Kelurahan Jrakah,Kecamatan Tugu, Semarang terpaksa dihadiai timah panas di kakinya lantaran nekat kabur saat hendak ditangkap.

Sementara lima tersangka lainya yang ditangkap yaitu  Mulyono (35) warga  Protomulyo RT 01 RW07,Kecamatan Kaliwungu, Kendal,  Irfan Krisnawan ( 23) warga Jalan Sriwidodo Selatan Rt 06 RW 01, Ngaliyan, Semarang, Gita Prasetya (22) warga Jalan Sriwidodo Selatan RT 06 RW 01, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, Imam Susanto (37) warga Genuk Sari Atas RT 05 RW 09, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Semarang dan  Endro Nurdianto  (27) warga Ngadirgo RT 01 RW 07, Mijen, Semarang.

Dari tangan para pelaku, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 2 bila parang, 3 buah tali slempang tas yang dipakai untuk mengikat korban, bekas lakban, 1 unit mobil Avansa, 2 unit mobil truck box dan 1 unit truk Hino yang disewa para pelaku untuk mengangkut hasil kejahatan.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan, dalam peristiwa itu curas ini berawal dari aksi pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi digudang kopi Kapal Api di Noborejo pada Sabtu (5/1) dini hari lalu.

Dalam aksi tersebut ke tujuh pelaku dipimpin Pono yang kini sudah ditangkap Polres Kendal dalam kasus yang sama.

"Kami mendapatkan laporan ada curas di wilayah Noborejo. Anggota pun langsung bergerak melakukan olah TKP," kata Kaporles AKBP Gatot Hendro Hartono dihadapan wartawan, kemarin.

Ternyata, keterangan sejumlah saksi para pelaku melumpuhkan Satpam gudang Sugiyanto (42) dengan melakban mulut korban dan mengikat kaki dan tangannya.

"Bahkan keterangan dari Satpam ini, dia (korban) diancam pelaku dengan todongan senjata tajam," tuturnya.

Setelah melumpuhkan Satpam, para pelaku dengan leluasa menguras dagangan kopi kapal api yang saat itu sudah berada di mobil box kemudian dipindahkan ke truk sewaan dan dibawa kabur ke  Semarang. 

"Barang hasil kejahatan tersebut kemudian dijual oleh Pono dan uangnya dibagi sesuai dengan tugasnya masing-masing," terang Kapolres.

Pembagian itu, diantaranya Dadang yang bertugas membongkar pintu mobil box dan memindahkan kopi ke truk mendapat bagian Rp 5 juta.  Sedangkan Abdul Wakhid yang bertugas mengeluarkan mobil dari gudang mendapat Rp 2 juta.

Dari hasil penyelidikan, komplotan ini ada keterlibatan security gudang kopi di Kendal dan Semarang yang sudah kita amankan juga.

"Petugas mencurigai komplotan Pono cs dan akhirnya berhasil meringkusnya di tempat dan lokasi yang berbeda-beda," tuturnya.

Dari sebelas pelaku, empat tersangka lainnya ditangkap di Polres Kendal.

"Para tersangka ini kita jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman Sembilan tahun penjara," pungkasnya.

Kepada wartawan, para pelaku mengaku hanya disuruh oleh Pono untuk melancarkan aksinya bersama rekan-rekannya.

"Kami ini disuruh oleh Pono, katanya semua sudah diatur tinggal melaksanaka asal jangan melukai Satpam," tandas salah satu pelaku, Dadang.

Hasil penjualan pun, semua menjadi tanggung jawab Pono. Usut punya usut, aksi serupa juga dilakukan Pono di gudang kopi di Kendal. 

Penulis : ern
Editor   : edt