Purbalingga Pilot Project Kerjasama Kemendes-Bukalapak

  • Kembangkan Program Tuka Tuku

Ketua Dekranasda Purbalingga Rizal Diansyah saat melakukan presentasi di Kemendes. Purbalingga menjadi pilot project kerjasama Kemendes-PT Bukalapak terkait pengembangan desa digital. (Foto :Dok)

PURBALINGGA, WAWASANCO-Kabupaten Purbalingga menjadi pilot project kerjasama antara Kementerian Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal  dan Transmigrasi (Kemendes) dengan PT Bukalapak.  Kerjasama tersebut terkait pengembangan desa digital dan pengembangan ekonomi pedesaan.

“Keberhasilan Purbalingga tersebut dikarenakan kita memiliki program Tuka-Tuku yang market place nya bekerja sama dengan PT Bukalapak,” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Purbalingga Rizal Diansyah, Selasa (14/1).

Diungkapkan pada Senin (13/1) pihaknya telah melakukan presentasi di Kemendes terkait program Tuka-Tuku tersebut. Melalui Tuka-Tuku Pemda memfasilitasi berbagai hal untuk produk Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM)  di Purbalingga yang disediakan di Tuka-tuku. “Mulai dari memfasilitasi tampilan produk di etalase digital, menyediakan ruang pamer UMKM, ruang stok/gudang, packing, branding, memberikan fasilitasi customer service yang dijalankan oleh Kampung Marketer dan mendekatkan jasa pengiriman,” katanya.

Para pelaku UMKM yang turut serta menjual produknya di Tuka-Tuku juga terdorong untuk terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas produknya. Di dalamnya terdapat persyararatan ketat mutu produk, selain itu ketersediaan harus terus ada dan harus mampu melayani permintaan dengan jumlah yang cukup.

“Dari launching bulan Agustus 2019 dan hingga pada bulan Desember 2019 omset sudah mencapai Rp 90,9 juta. Didorong juga oleh Bupati melalui Surat Edaran agar Seluruh instansi di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga dan jajaranya dihimbau untuk belanja di Tuka Tuku,” katanya.

Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan dan Informasi (Balilatfo) Kemendes RI, Eko Sri Haryanto menuturkan sekarang sudah zamannya digital, hal ini juga harus digunakan untuk mengembangkan produk desa agar memiliki daya saing, lebih kuat dalam kualitas dan pembelajaran bagi masyarakat.

“Jika selama ini desa digital sering dipahami hanya soal ketersediaan jaringan, sebenarnya jauh lebih luas, baik itu menyangkut governance, jaminan kesehatan, mobility, living dan sebagainya yang semuanya akan menjadi satu kesatuan sektor ekonomi,” katanya.

Melalui beberapa program dari Bukalapak, akan dilakukan treatment lebih jauh di desa-desa salah satunya Purbalingga. Rencanannya MoU antara Kemendes dengan Bukalapak akan dilaksanakan pada sekitar Akhir Januari dengan pilot project pertama adalah Purbalingga.

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt