KPK Harus Kedepankan Pencegahan Dibanding Penindakan


Pimpinan MPR dan pimpinan KPK bergandengan tangan seusai rapat konsultasi di gedung MPR, Selasa (14/1). (Foto :Arya)

JAKARTA, WAWASANCO-  Ketua MPR RI Bambang Soesatyo apresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan mengedepankan pencegahan dalam.pemberantasan korupsi. ''Strategi ini suatu lompatan besar bagi Indonesia dalam membebaskan diri dari korupsi,'kata Bambang Soeaatyo seusai menerima pimpinan KPK, di Ruang Kerja Ketua MPR RI, di Jakarta, Selasa (14/1)

Karenanya, lanjut Bamsoet,  MPR mendukung kinerja pimpinan KPK yang belum satu bukan dilantik ini. Pencegahan ini sesuai dengan amanah UU No.19 Tahun 2019 tentang KPK yang mengedepankan pencdgahan dalam pemberantasan korupsi.

Kedatangan pimpinan KPK ke MPR ini menurut Bamsoet sebagai pengejawantahan amanah UU. No. 19 Tahun 2019 tentang KPK. Khususnya, dalam Pasal 6 Ayat B, yang menjelaskan KPK bertugas melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang melaksanakan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik.

"Kehadiran KPK ke MPR RI hari ini merupakan yang pertama kali sejak KPK berdiri. Kedatangan KPK bukanlah wujud menurunnya independensi KPK, melainkan semata untuk membangun koordinasi yang baik dengan berbagai lembaga negara,'katanya

Turut hadir para Wakil Ketua MPR RI antara lain Ahmad Basarah (F-PDI Perjuangan), Ahmad Muzani (F-Gerindra), Jazilul Fawaid (F-PKB), Syarief Hasan (F-Demokrat), Arsul Sani (F-PPP) dan Fadel Muhammad (Kelompok DPD).

Sedangkan para komisioner KPK yang hadir antara lain Firli Bahuri (Ketua KPK), Alexander Marwata (Wakil Ketua KPK), Nawawi Pomolango (Wakil Ketua KPK), Lili Pantuli Siregar (Wakil Ketua KPK), dan Nurul Ghufron (Wakil Ketua KPK). Hadir pula Cahya Hardianto Harefa (Sekjen KPK) dan Ipi Maryati Kuding (Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan).

Bamsoet menambahkan kinerja KPK sudah baik.  Buktinya sepanjang 2016-2019 dengan anggaran operasional KPK sekitar Rp 3,6 triliun yang bersumber dari APBN, KPK berhasil menyelamatkan uang negara dari fungsi penindakan mencapai Rp 1,74 triliun. Sedangkan dari pencegahan, keuangan negara yang diselamatkan mencapai Rp 61,7 triliun.

"Data tersebut menunjukan fungsi pencegahan lebih efektif dalam menyelamatkan keuangan negara,''katanya. 

Penulis : ak
Editor   : edt