Sodong Basari Desa Persiapan Pertama di Jateng


Penjabat Kepala Desa Persiapan Sodong Basari pemekaran dari Desa Sikasur dilantik Bupati Pemalang. Foto : Probo Wirasto.

PEMALANG, WAWASANCO-Proses pemekaran Dusun Sodong yang semula bagian dari Desa Sikasur Kecamatan Belik menjadi desa mandiri nampaknya akan segera terwujud, hal ini terkait dengan dilakukannya pelantikan Penjabat Kepala Desa Persiapan Sodong Basari, oleh Bupati Pemalang Junaedi di balai desa setempat pada, Rabu (15/1).

Bahkan secara khusus Bupati mengaku sengaja datang untuk melakukan pelantikan, karena mengingat pentingnya peristiwa yang terjadi bagi masyarakat Desa Persiapan Sodong Basari. Padahal oleh dokter ia justru disarankan untuk menjalani rawat inap karena sedang sakit, namun karena sudah berjanji dengan masyarakat maka tetap ditepati.

Apalagi proses ini sudah sekian lama berjalan dan sangat ditunggu oleh masyarakat, dan ini tentunya keinginan warga untuk menjadi desa sendiri akan segera terwujud karena prosesnya menjelang selesai. Namun demikian apabila desa persiapan dalam penilaian nantinya dianggap mampu bisa diteruskan, akan tetapi jika tidak bisa mandiri maka akan dikembalikan ke desa awal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Namun saya yakin warga Desa Persiapan Sodong Basari mampu untuk mandiri dan mewujudkannya, untuk itu penjabat kepala desa baru,Ediyanto, harus mampu mengayomi semua warganya serta mengekpresikannya dengan karya kerja nyata bukan hanya kata-kata,"pesannya.

Evaluasi

Terpisah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Pemalang, Tutuko Raharjo, menjelaskan jika Desa Persiapan Sodong Basari merupakan yang pertama di Provinsi Jawa Tengah sejak keluarnya aturan baru tentang pemekaran dari pemerintah pusat pada tahun 2016. Salah satu kelebihannya adalah masyarakat sudah mempersiapkan pemekaran dengan membalai balai desa yang megah dari semula hanya balai dusun. 

Proses selanjutnya setelah ditunjuk pejabat kepala desa adalah pembentukan raperda yang akan diajukan ke DPRD untuk mendapatkan persetujuan, baru kemudian diajukan ke Gubernur dan Kementrian untuk mendapatkan register desa. Jika sudah disetujui dan turun register desa maka proses selanjutnya adalah persiapan untuk pemilihan kepala desa.

"Namun perlu diketahui bahwa setiap enam bulan akan dilakukan evaluasi tentang perkembangan desa persiapan, jika ternyata berjalan lancar maka akan berproses terus untuk menjadi desa definitif,"pungkasnya.(Obo)
 

Penulis : pw
Editor   : edt