Kemenpar RI Dampingi Salatiga Besarkan Taman Wisesa


Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan RI, Laksamana Madya TNI Agus Setiadji SAP MA (tengah) bersama pejabat terkait saat meninjau lahan bakal dibangun Taman Wisesa di Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Rabu (15/1) lalu. Foto : Ernawaty


SALATIGA, WAWASANCO- Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar RI Dadang Rizki Ratman menyebutkan, pihaknya akan melakukan pendampingan untuk membesarkan Taman Wisata Sejarah Salatiga (Wisesa).

Pendampingan yang dimaksud, yakni akan mendampingi tim pariwisata Salatiga dengan tim dari pusat.

"Bagaimana mengembangkan Taman Wisesa yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah pusat dengan Kementrian lain," kata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar RI Dadang Rizki Ratman, saat pencanangan Taman Wisesa di Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Rabu (15/1) lalu.

Turut hadir dalam pencanangan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan RI, Laksamana Madya TNI Agus Setiadji SAP MA, Walikota Salatiga Yuliyanto beserta Wakil Walikota Muh Haris.

Serta, sejumlah Jenderal dari tiga matra yakni TNI AD-AL dan AU yang tergabung dalam Tiga Rawa atau pernah bertugas di Salatiga-Ambarawa.

Ada juga perwakilan Ikasmansa yang merupakan alumni SMA 1 Salatiga dari berbagai daerah di tanah air. Serta, keluarga besar Pawarsa yang ada di Jakarta.

Dadang menjelaskan, Taman Wisesa adalah model pengembangan wisata baru yang tidak harus tergantung pada APBN.

"Kami dari Kemenpar akan bekerjasama untuk membantu Pemkot Salatiga untuk mengembangkannya. Sehingga bisa membuat disparisasi dalam potensi pariwisata," sebut Dadang.

Pada dasarnya, ditegaskan Dadang, Kemenpar RI sangat mengapresiasi inisiasi Walikota dan jajarannya juga Sekjen Kemenhan yang kebetulan merupakan warga asli Salatiga dalam pencanangan Taman Wisesa.

"Sekarang itu jarang ada daerah, atau swasta mengembangkan taman yang berbau sejarah. Kebanyakan selalu membangun taman rekreasi berbasis permainan. Apresiasi ini tentunya kami dengan tim di Kemenpar RI mencoba memfasilitasi dengan pendampingan," akunya.

Kedua, lanjutnya, planningnya sudah digagas beberapa tahun belakangan dan Kemenpar akan mereview dengan besmaking melihat tempat Sejarah yang bisa digarap sekalian dapat tempat di hati masyarakat.

"Ini bisa menjadi ikonik. Dan rencananya kami akan menggelar rapat-rapat koordinasi sinergi antar pihak. Kami sangat mendukung yang punya destinasi seperti ini. Khusus Taman Wisesa, Kemenpar menilai bisa masuk menjadi sektor unggulan. Dan ini bisa menarik devisa,"

Disinggung soal dukungan anggaran dari Kemenpar, Dadang enggan membahasnya. Namun melalui proses, Kemenpar mempresentasi dukungan fisik dan non fisik diantaranya operasional, membantu master plan, membantu Bintek serta memberdayakan masyarakat setempat.

*APBD
Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan RI, Laksamana Madya TNI Agus Setiadji SAP MA yakin, jika pembangunan Taman Wisata Sejarah Salatiga (Wisesa) tidak harus bergantung pada APBN.

"Para pihak yang ingin Taman Wisesa terwujud berharap ada destinasi baru yang tidak harus menggunakan APBN," ujar Laksamana Madya TNI Agus Setiadji SAP MA.

Para alumni Salatiga bersama Kemenhan RI telah berkomitmen berperan untuk meningkatkan potensi pariwisata di daerah, khususnya di Salatiga.

Termasuk pembangunan Taman Wisesa ini dalam rangka menghormati para pahlawan yang kebetulan berasal dari Salatiga. 

Ia menerangkan, bahwa potensi alumni Salatiga di Jakarta luar biasa. Sejauh ini penggalangan dana memang tidak dilakukan.

Namun Agus menyebut, mereka yang pernah mengenyam pendidikan di Salatiga atau pun bertugas di Kota Hati Beriman ini selalu berkumpul secara sporadis untuk membantu Kota Salatiga.

Disinggung estimasi dana Rp 100 miliar guna pembangunan Taman Wisesa, membutuhkan sebuah komitmen agar mega proyek itu tidak mangkrak.

Dan hal ini disikapi Sekjen Kemenhan dan kebetulan juga berasal dari Salatiga itu, dengan menginisiasinya.

"Selanjutnya, silakan dari Pemkot Salatiga melanjutkannya menjadi satu destinasi yang mempunyai nilai sejarah, kuliner dan intertainer sehingga bisa menghasilkan pendapatan bagi PAD Kota Salatiga. Tapi kita bisa mencari dana lain yang tidak selalu memberatkan pemerintah," paparnya. 

Penulis : ern
Editor   : edt