Tim 9 Kecewa Susunan Pengurus Golkar


Empat dari Tim 9 Cyrillus Kerong (Koordinator), Viktus Murin, Mahadi Nasution (Anggota) dan Fransiskus Roi Lewar yang mwngaku kecewa atas susunan pengurus DPP Golkar. (Foto :Arya)

JAKARTA, WAWASANCO- Sejumlah kader Golkar yang dimotori oleh Tim 9 mengaku kecewa atas susunan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Golkar periode 2019-2024 yang diumumkan dua hari lalu. Mereka menilai susunan pengurus dibaqah pimpinan Airlangga Hartarto sarat dengan perkoncoan,  nepotisme.

''Kita lihat saja dalam susunan pengurus ada anak,  ipar,  mantu dan keppnakan. Yang lebih tragis lagi ada yang sudah keluar dan jadi caleg partai lain dimasukan lagi dalam kepengurusan,'kata juru bicara TIM 9, Viktus Murin kepada wartawan Di Jakarta,  Jumat (17/1)

Tim 9 yang dulu menjadi pendukung utama Bambang Soesatyo dalam pertarungan menjadi Golkar 1, mengatakan akan melawan dan mengkritis terus susunan pengurus ini.

'''Ini demi menyelamatkan Golkar yang telah dirusak maruahnya oleh Airlangga,''kata Viktus yang didampingi
Cyrillus Kerong (Koordinator) Mahadi Nasution  Fransiskus Roi Lewar dan
Fredrik Lanitaman.

Mereka mengatakan komposisi kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2019-2024 tidak mencerminkan sama sekali komitmen kebersamaan dan suasana rekonsiliasi dengan pesaingnya Bamsoet yang disaksikan beberapa tokoh Golkar.

Komitmen dalam rekonsiliasi itu menurut Viktus diantaranya adalah mengakomodir semua pendukung Bamsoet dalam kepengurusan DPP Partai Golkar.

Nyatanya pendukung Bamsoet yang masuk dalam kepengurusan cuma 4 orang dari hampir 100 orang. ''Airlangga dan pendukungnya telah melakukan dusta politik dan atau kemunafikan politik,'

Terlebih lagi Airlangga telah mengangkangi AD/ART partai dalam rekrutmen dengan tidak mengindahkan prinsip-prinsip kriteria kompetensi dan persyaratan PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela).

Apalagi nama-nama personalia pengurus DPP Partai Golkar periode 2019-2024, terdapat oknum-oknum pengurus yang tidak memenuhi ketentuan AD/ART, tetapi didudukkan seenaknya bahkan dalam komposisi kepengurusan DPP.

"Ada diantara pengurus yang sebelumnya bahkan bukan kader Partai Golkar. Ada oknum pengurus yang sebelumnya telah meloncat menjadi pengurus partai politik lain, tetapi kini didudukkan seenaknya sebagai Pengurus Harian DPP," sesalnya.

Selain itu, ada juga oknum-oknum pengurus yang memiliki hubungan keluarga misalnya ayah-anak, kakak-adik, ipar-ponakan dan lain sebagainya.

Jelas, lanjut Viktus, tindakan Airlangga telah merusak maruah partai dan membahayakan partai Golkar ke depan.

Selain itu, ia berpendapat ada pula oknum-oknum pengurus yang memiliki hubungan keluarga misalnya ayah-anak, kakak-adik, ipar-ponakan dan lain sebagainya.

kondisi ini berpotensi merusak tatanan Partai Golkar sebagai partai moderen dan demokratis, menjadi partai yang keropos fungsi dan perannya, akibat hantu politik nepotisme dan politik dinasti. Ini akan mengancam perpecahab di Golkar.  

Penulis : ak
Editor   : edt