Berbanding Lurus, Kualitas SDM dan Tingkat Kesejahteraan Guru 


FOTO BERSAMA : Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH Hum dan jajaran berfoto bersama ratusan penerima sertfikat pendidik, usai penyerahan dan pengambilan sumpah profesi PPG di kampus I Sidodadi Semarang, Kamis (16/1). Foto Arixc Ardana

SEMARANG, WAWASAN.CO - Peningkatan kualitas pendidikan, harus didukung dengan sumber daya manusia (SDM) guru yang kompeten. Hal tersebut, juga harus berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan yang diterima guru. 

"Guru yang kapabel dan sejahtera, yakni statusnya jelas, penghasilan layak dan terlindungi secara profesi, menjadi sebuah tuntutan agar mampu menghasilkan pendidikan unggul. SDM unggul, pendidikan berbasis kompetensi dan karakter," papar Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum, disela penyerahan Sertiflkat Pendidik dan Sumpah Profesi PPG Dalam Jabatan, di Gedung Pusat Lantai 7, Kampus I, Kamis (16/1).

Salah satu program yang diupayakan pemerintah, untuk mengentaskan kedua masalah tersebut, yakni peningkatan SDM dan kesejahteraan guru, melalui program sertiflkasi pendidik melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tak hanya bagi para guru tetap, sertiflkasi juga mesti dimanfaatkan oleh para guru honorer. 

Lebih jauh dipaparkan, salah satu syarat untuk menjadi guru profesional diantaranya mengikuti proses hingga dinyatakan lulus PPG. Penyerahan sertifikat pendidik ini juga menjadi momentum bagi guru, agar mampu mengikuti kebijakan baru dari Mendikbud dalam merubah pola mendidik siswa.

"Harus lebih baik lagi. Jangan sampai setelah mendapat sertifikat pendidik, cara mengajarnya ya itu-itu saja, tidak berbeda dengan sebelumnya. Guru juga harus inovatif dan kreatif, dalam memberikan pembelajaran," tandasnya. 

Sementara, Direktur Pascasarjana UPGRIS Dr Ngasbun Egar menuturkan, dalam penyerahan sertifikat dan pengambilan sumpah profesi PPG periode 5,6 dan 7 tahun 2019 tersebut, diikuti sebanyak 356 peserta.
 
"Dari periode 5, diikuti sebanyak 90 orang terdiri dari guru PAUD 15 orang, SD 64 orang, gurdasus SD 11 orang. Periode 6, sebanyak 143 orang terdiri dari guru PAUD (25), SD (90), Bahasa Indonesia (21) dan BK (7). Sedangkan periode 7, diikuti 123 peserta, terdiri dari guru PAUD (49), SD (72) dan Matematika (2)," tandasnya. 

PPG Mandiri Pra Jabatan 2020

Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan (dengan biaya mandiri), Direktorat Pembelajaran, Ditjen Belmawa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memanggil putera-puteri terbaik bangsa yang berminat, berbakat, dan memiliki panggilan jiwa menjadi guru untuk mengikuti seleksi calon mahasiswa PPG Prajabatan Tahun 2020 .

UPGRIS menjadi salah satu dari 63 perguruan tinggi di Indonesia, yang menjadi pelakasana PPG Mandiri 2020. Bidang Studi PPG yang dibuka meliputi, Pendidikan Guru SD, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sejarah, Akuntansi dan Keuangan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Otomotif, Perhotelan dan Jasa Pariwisata, serta Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura.

Berikut jadwal pelaksanaan PPG Prajabatan 2020, pendaftaran online 2-30 Januari. Seleksi Administrasi 15-31 Januari. Pengumuman hasil seleksi administrasi 4 Februari. Pengumuman Hasil Seleksi 14 Februari.Registrasi online 17 – 18 Februari. Lapor diri 17 – 18 Februari. Orientasi awal studi 24-26 Februari  dan awal PBM 27 Februari. Sementara pelaksanaan Uji Kompetensi Nasional Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKM-PPG) di bulan November 2020. Info lebih lengkap atau pendaftaran bisa melalui laman ppg.ristekdikti.go.id. 

Penulis : arr
Editor   : edt