Pemprov - DPRD Jateng, Sepakat Dorong Pengelolaan Migas dan Mineral

  • Dirikan Jateng Petro Energi

JABAT TANGAN  : Anggota pansus Raperda Jateng Petro Energi, Padmasari Mestikajati berjabat tangan dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dalam paparan hasil pembahasan, dalam sidang paripurna di Gedung DPRD Jateng, Senin (20/1).  Foto Arixc Ardana

SEMARANG, WAWASAN.CO - Pemprov dan DPRD Jateng  sepakat, dalam mendorong peningkatan pengelolaan minyak bumi, gas, energi dan mineral. Salah satunya dengan pendirian BUMD PT Jateng Petro Energi, sebagai holding company atau perusahaan induk.

Hal tersebut disampaikan dalam sidang paripurna di Gedung DPRD Jateng, Senin (20/1), DPRD Jateng menyetujui Raperda pembentukan perusahaan daerah pengelola migas di Jateng. Setelah mendengar pandangan fraksi dan laporan panitia khusus (pansus), Raperda tersebut telah disetujui dan menjadi peraturan daerah (Perda).

Salah satu anggota pansus Raperda Jateng Petro Energi, Padmasari Mestikajati mengatakan, Raperda pengelolaan migas ini merupakan usulan dari Pemprov Jateng. Setelah dibentuk pansus dan dilakukan kajian, maka diputuskan untuk segera dilakukan pembentukan Perda pengelolaan migas.

"Kami merekomendasikan agar perlu adanya penanganan serius terkait konsolidasi sejumlah BUMD. Mengingat dengan Perda ini, maka sejumlah BUMD dan unit usaha yang bergerak di bidang migas dan mineral, dikondisikan akan menjadi anak perusahaan," paparnya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong adanya penanganan serius terkait kepastian aset, utang piutang dari BUMD yang dikondisikan dalam Perda tersebut. "Pembentukan Peraturan Gubernur sebagai wujud turunan dari Perda ini, diharapkan agar sesegera mungkin diterbitkan. Paling lambat 8 bulan sejak disahkannya Perda Jateng Petro Energi," tandas Padma lebih jauh.

Politisi Partai Golkar tersebut menambahkan, setelah disahkannya Perda ini, BUMD tersebut diharapkan dapat menjadi holding pengelolaan migas di Jawa Tengah. Selain itu, penambahan bagian tentang energi dan mineral. "Sehingga, optimalisasi pengelolaan migas di Jateng dapat lebih ditingkatkan. Harapannya, pendapatan asli daerah (PAD) pun dapat meningkat," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyambut baik disetujuinya Perda pembentukan PT Jateng Petro Energi oleh DPRD. Menurutnya, dengan pembentukan perusahaan daerah tersebut, maka pengelolaan migas di Jateng akan lebih efektif.

"Selama ini sudah ada SPHC, tapi itu hanya untuk blok Cepu. Selain itu ada SPJT yang anak perusahannya juga mengelola minyak. Maka hari ini, dengan adanya PT Jateng Petro Energi, maka pengelolaan minyak yang selama ini tersebar, bisa disatukan," tegasnya.

Dengan disatukannya semua BUMD yang mengelola migas dan dibukanya tambahan lain seperti energi dan mineral, maka PT Jateng Petro Energi sebagai holding dapat lebih lincah dan luwes. Untuk itu, dirinya akan gaspol dalam optimalisasinya.

"Dengan adanya Perda ini, kita punya ruang untuk berlari. Tentu dampaknya pada peningkatan PAD, karena semuanya dikelola dengan baik," tambahnya.

Selain eksplorasi dan eksploitasi migas, keberadaan Perda baru ini juga membuka peluang Jateng mengembangkan energi baru terbarukan. Sebab dalam Perda itu, diatur pula tentang hal itu.

"Unit usaha yang ada dibawahnya bisa dikembangkan, strukturnya bisa dikasih namanya bisnis development sehingga kita bisa mengembangkan lebih banyak lagi termasuk energi terbarukan," pungkasnya.

Penulis : arr
Editor   : edt