Sistem Pertanian Terpadu di Lahan Kering   Dikembangkan


Bupati Hj Idza Priyanti SE MH memimpin Rapat Koordinasi Pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu di Aula Kecamatan Bumiayu, Kamis (23/1). Foto. Eko Saputro

BREBES, WAWASANCO-  Pemerintah Kabupaten Brebes bakal melaksanakan program Kementerian Pertanian Indonesia, berupa pengembangan sistem pertanian terpadu di lahan kering (dry land). Total bantuan sebesar Rp 150 miliar rencananya akan direalisasikan pada Juli mendatang, dengan jangka waktu pelaksanaan yaitu 2021 sampai 2025. Hal tersebut disampaikan Bupati Brebes, Hj Idza Priyanti SE MH saat Rapat Koordinasi Pengembangan Kawasan Pertanian Terpadu di Aula Kecamatan Bumiayu, Kamis (23/1).

“Semoga bantuan dari Kementerian Pertanian dapat memperbaiki kawasan pertanian dari hulu hingga hilir," jelas Bupati.

Bupati menambahkan, , bantuan akan diberikan bertahap, karena sifatnya multi years. Rencananya akan memperbaiki dari hulu seperti rehabilitasi lahan di Sirampog.

"Adanya program ini, dapat memperbaiki dan memperkuat ketahanan pangan di Indonesia," terangnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes Muhammad Furqon mengatakan, tujuan program pengembangan sistem pertanian terpadu di lahan kering,  untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani melalui pengembangan infrastruktur lahan dan air, pengembangan sistem agribisnis dan penguatan sistem kelembagaan.

"Salah satu penyebab permasalahan yaitu menurunnya luas lahan baku sawah pertanian akibat peralihan fungsi dari pertanian ke non pertanian, yang secara langsung menurunkan produksi pertanian," jelasnya.

Perwakilan, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kecamatan Tonjong Zawawi mengungkapkan, saat ini lahan pertanian di daerahnya kesulitan air. Penyebabnya lantaran kondisi Bendungan Tanggeran rusak.

"Kerusakan bendungan ini sudah ditinjau dari kabupaten hingga provinsi. Dampak kerusakan bendungan, petani kesulitan mencari air,” katanya.

Zawawi menandaskan, pihak kabupaten hingga provinsi bahkan sudah meninjau lima tahun lalu. Namun nyatanya, rencana perbaikan tak kunjung terealisasi.

"Kami sudah mengajukan perbaikan, tapi tak kunjung diperbaiki. Padahal ada 700 hektare lahan pertanian yang bergantung pada bendungan,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh P3A Kecamatan Bumiayu Junedi. Ia mengaku, rata-rata sarana dan prasarana pertanian di wilayahnya kondisinya memprihatinkan.

“Sarpras seperti irigasi untuk sawah sudah banyak yang rusak. Kami minta agar dapat dicek dan segera diperbaiki,” pintanya.

Ia menambahkan, adanya perluasan daerah perumahan mengancam luas lahan pertanian.

"Saya meminta agar ada solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut," tegasnya.

Rapat koordinasi itu sendiri dihadiri pula jajaran SKPD terkait serta Poktan/Gapoktan, P3A/GP3A, KWT, UPJA sewilayah Brebes Selatan. 

Penulis : ero
Editor   : edt