Juru Parkir Liar Marak di Lapangan Pancasila


Pasca dibuka untuk umum, sejumlah juru parkir (jukir) diduga liar bermodalkan rompi bertuliskan Dishub Kota Salatiga mulai beraksi di sekeliling Alun-alun Pancasila, Minggu (26/1) lalu. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO- Pasca dibuka untuk umum, sejumlah juru parkir (jukir) diduga liar mulai beraksi melakukan pungutan. Dari pantauan Wawasan sejak  Minggu (26/1) sekeliling Alun-alun Pancasila terdapat beberapa jukir diduga liar bermodal rompi bertuliskan Dishub Kota Salatiga melakukan aksinya dengan mematok tarif parkir diluar ketentuan hingga Rp 2000 untuk kendaraan roda dua.

Saat Wawasan coba menyamar menjadi pengunjung Alun-alun Pancasila meminta karcis kepada seorang jukir. Namun, jukir ini tak mampu menunjukkan lembaran yang dimaksud. Ia bahkan dengan 'gagah' menyebut sebagai jukir resmi karena telah mengenakan rompi dibawa naungan Dishub Kota Salatiga.

Jukir yang enggan menyebutkan namanya tersebut, kemudian menunjuk seorang koordinator para jukir di kawasan Alun-alun Pancasila. Hingga akhirnya, seorang yang mengaku Koordinator menunjukkan ID Card jukir tertera nama Suyadi, dengan area kerja Puri Denta, Salatiga.

Sebagai informasi, area Puri Denta tak membawahi Alun-alun Pancasila dan sekitarnya.

Kembali, saat Wawasan coba menelisik apakah ia telah seizin Dishub Kota Salatiga melakukan penarikan parkir di kawasan Alun-alun Pancasila, Suyadi tak mampu menjawab. Dengan sikap gugup, Ia menyebut seorang nama sebagai pihak yang lebih bertanggungjawab atas para jukir diduga liar ini.

Suyadi pun buru-buru meninggalkan wartawan Wawasan dan enggan diwawancarai lebih jauh.

Sementara, Kepala Dishub Kota Salatiga Sidqon Effendi saat dikonfirmasi Minggu (26/1) mengaku terkejut dengan temuan wartawan Wawasan adanya penarikan tarif parkir di kawasan batu dibuka, yakni Alun-alun Pancasila, Salatiga.

"Baik terima kasih infonya, akan kita selidiki dan tindaklanjuti, mohon bantuannya ya," ujar Sidqon Effendi dalam pesan singak melalui aplikasi WhatsApp.

Sidqon mengaku belum bisa memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan wartawan Wawasan.

"Saya belum bisa sampaikan jawabannya, saya cross cek dulu, mengingat Pansi (Pancasila) yang baru dibuka tersebut  pengaturan parkirnya dan lain-lain masih dikoordinasikan dengan OPD dan instansi terkait. Kalau ada penyalahgunaan ID Card dan lain-lain tentu akan dilakukan penertiban, sekali lagu terimakasihh info dan bantuannya," ungkapnya.

Ia kembali menegaskan, jika sejauh ini pengelola Alun-alun Pancasila penanggung jawabnya masih dibawa naungan Lingkungan Hidup (LH), Satpol, Satlantas atau, Disperindag.

"Lingkungan Hidup (LH), Satpol, Satlantas atau, Disperindag paling tidak itu. Yang jelas, belum ada kontribusi ke Dishub untuk parkir di Pansi baru ini," tegasnya kembali.

 

Sementara, sejak Selasa (28/1) hampir di sekeliling Alun-alun Pancasila dipasang pemberitahuan dilarangnya parkir di bahu jalan. Petugas terkait juga mulai memasang pembatas jalan sebagai pertanda dilarangnya parkir di sekeliling Lapangan Pancasila yang baru dibuka bagi umum tersebut.

Penulis : ern
Editor   : edt