SMPN 3 Kendal Perketat Pengawasan Siswa

  • Oknum Siswa Mabuk Kecubung

Sucipto, Kepala SMP Negeri 3 Kendal

KENDAL, WAWASANCO- Terkait adanya salah satu siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Kendal, yang diduga menjadi korban keusilan temannya, sehingga mabuk kecubung, kini pihak sekolah semakin memperketat pengawasan.

Saat ditemui di ruang tamu, Selasa (28/1), Kepala Sekolah SMPN 3 Kendal, Sucipto yang sedang bersama Ketua Komite sekolah mengatakan, pihaknya mengetahui masalah tersebut, setelah ada laporan salah satu siswinya tiba-tiba sakit, dan dibawa ke puskesmas terdekat. "Ini murni keusilan anak mas, dan kami sudah memediasi orang tua dari kedua siswa, sehingga masalah ini selesai dengan damai," jelas kepsek yang baru menjabat sejak Nopember tahun lalu. Saat ditanya kapan kejadian tersebut terjadi dan siapa nama siswi yang menjadi korban, Sucipto tidak menyebutkan secara terperinci. “Saya lupa namanya, seingat saya kelas VII dan badannya kecil,” jawabnya.

Lebih jauh Sucipto menambahkan, setelah kejadian itu, Jumat kemarin pihak sekolah langsung menggelar operasi di masing-masing kelas, untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali. Dari operasi yang digelar, pihak sekolah tidak menemukan barang-barang berbahaya, hanya puluhan handphone yang dibawa siswa. “Kami hanya menemukan puluhan handphone, yang kemudian kami sita, dan kami undang orang tua siswa, terkait larangan membawa handphone saat sekolah,” terangnya. Sucipto berharap, dengan adanya kasus yang menimpa siswi di sekolahnya dijadikan pelajaran berharga pihak sekolah guna dilakukan pembinaan dan pendidikan karakter bagi 650 siswa-siswinya ke depan.

Semetara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi, saat dihubungi melalui telepon selular menyampaikan rasa keprihatinannya atas terjadinya kasus tersebut. Dirinya mengaku, sebagai tindak lanjut terjadinya kasus keusilan murid kepada temannya yang diduga memberikan kecubung, pihaknya telah memanggil Kepala SMP Negeri 3 Kendal dan diminta untuk konsisten melakukan razia kepada siswanya. “Selain itu, saya juga meminta adanya komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan pihak wali murid,” ujarnya. Terkait kasus yang terjadi di SMP Negeri 3 Kendal, Kadisdikbud Wahyu mengatakan, pihak sekolah telah memanggil kedua orang tua murid tersebut dan siswa sendiri sedang dalam penanganan guru BP. “Untuk langkah antisipasi saya juga memerintahkan pengawas sekolah intens melakukan supervisi di sekolah-sekolah,” ucapnya. Menurutnya, penguatan pendidikan karakter yang dilakukan saat ini harus dilakukan, sebagai antisipasi kejadian yang sama terulang kembali. "Saya juga berharap dapat menjadikan siswa didik lebih berkarakter dan tidak sekedar pandai dalam bidang akademik," pungkasnya.

Penulis : Hanief
Editor   : edt