Spanduk Dicopot, Bacabup Klarifikasi Satpol PP


Tim Bakal Calon Bupati (Bacabup) Falah melakukan klarifikasi ke Satpol PP terkait pencopotan spanduk. (Foto :Hanief)

KENDAL, WAWASANCO- Terkait dengan pencopotan spanduk Bakal Calon Bupati (Bacabup) Kendal, Falah Widya Yoga Pratama oleh Satpol-PP di beberapa tempat, di wilayah Kabupaten Kendal, perwakilan dari Tim Sukses (Timses) Falah datangi Kantor Satpolkar di Jalan Soekarno Hatta Kendal, Selasa (28/1).

Perwakilan Timses Falah, Sagiyo mengatakan, kedatangannya bersama dengan teman-temannya,  untuk konfirmasi sekaligus klarifikasi terkait pencopotan spanduk Bacabup Kendal Falah yang dilakukan dibeberapa titik sepanjang jalan Darupono sampai Kaliwungu hingga ke Kendal oleh Satpol-PP.

“Kita tadi sempat audensi, intinya kami mau minta klarifikasi pencopotan spanduk Mas Falah,” jelas Sagiyo.

Dirinya mengaku tidak akan mempermasalahkan pencopotan spanduk Bacabup, jika pencopotan spanduk juga diberlakukan kepada semua bakal calon (Balon). Sagiyo merasa pencopotan spanduk yang dilakukan Satpol PP tebang pilih. “Saya katakan tebang pilih, karena sehabis audensi kita lihat sendiri, spanduk yang dicopoti itu 80 persen spanduknya Falah,” ungkapnya.

Sagiyo berharap, ke depan jika Satpol-PP benar-benar ingin menegakkan Perda dilakukan dengan seadil-adilnya kepada semua Balon dan tidak tebang pilih.

Ditempat yang sama, Sucipto, yang juga bagian dari Timses Falah mengatakan, dari semua spanduk yang dicopot Satpol-PP diambil kembali oleh Timses Falah. “Spanduk kita ambil kembali, spanduk besar ada 10 buah dan yang kecil ada 16 buah,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Riyadi selaku Kabid Penegakan Perda Satpolkar Kabupaten Kendal mengatakan, kedatangan timses Mas Falah adalah sesuatu hal yang wajar.

“Selaku penegak Perda kita hanya menjalankan tugas, namun bagi yang masang mungkin mereka beranggapan kita tebang pilih,” ujarnya.

Menurut Riyadi apa yang dilakukannya sudah sesuai dengan Perda nomer 11 tahun 2015. “Ketentuan apapun tentang reklame atau mengenalkan diri harus memenuhi syarat yaitu ijin di DPMTSP, selanjutnya bayar pajak di Bakeuda, kemudian saat melaksanakan pemasangan tidak melanggar ketentuan yang ada,” pungkasnya. 

Penulis : Hanief
Editor   : edt