Perpustakaan Ambarawa Dilengkapi Ruang Inklusi Sosial


TINJAU PERPUSTAKAAN : Bupati Semarang Mundjirin saat meninjau gedung baru perpustakaan Ambarawa, Rabu (12/2). Foto dok

AMBARAWA, WAWASANCO - Gedung baru perpustakaan daerah (Perpusda) Pemkab Semarang di Ambarawa dilengkapi ruang kegiatan masyarakat dan saat ini beberapa kelompok masyarakat dan komunitas telah memanfaatkannya untuk berkarya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Semarang, Hendy Lestari mengatakan perpustakaan nantinya tidak hanya pusat kegiatan baca masyarakat. Namun juga sebagai tempat peningkatan kesejahteraan pengguna perpustakaan.

"Kami sediakan ruang inklusi sosial di lantai II untuk dimanfaatkan warga. Tidak hanya yang terkait dengan literasi, tapi juga pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat,” jelasnya di sela mendampingi Bupati Seamrang dr Mundjirin meninjau gedung Perpusda baru di Ambarawa, Rabu (12/2).

Hendy menjelaskan, pihaknya mengikuti program Perpustakaan Nasional untuk memperkuat peran perpustakaan umum sebagai tempat membaca sekaligus untuk memberdayakan masyarakat. 

Menurut Hendi, berbagai kegiatan inklusi sosial sudah dilakukan di gedung perpustakaan Ambarawa yang lama, di antaranya latihan merajut, menulis artikel, story telling dan kegiatan produktif lainnya. Saat ini ruang inklusi sosial semakin luas dan memadai setelah gedung lama dirombak.

"Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga,” ujarnya.

Terkait pemanfaatan teknologi informasi, Hendy memastikan fasilitas e-book gratis sudah bisa dinikmati warga secara gratis pada triwulan tahun ini. E-book Perpusda Kabupaten Semarang ini akan terintegrasi dengan layanan serupa di Perpustakaaan Provinsi Jawa Tengah, bahkan Perpustakaan Nasional.

“Diharapkan fasilitas ini dapat menambah minat generasi milenial yang akrab dengan naskah digital untuk membaca,” katanya.

Sementara itu, Bupati Semarang Mundjirin berharap pengelola perpustakaan aktif menjalin kerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya. Misalnya, mengajak siswa SD maupun PAUD untuk belajar di perpustakaan.

“Pemkab Semarang meningkatkan fungsi dan layanan di perpustakaan agar warga bisa mengambil manfaat sebesar-besarnya. Jangan sampai bangunan sudah jadi tapi nganggur dan dimakan rayap karena tidak digunakan,” tandasnya.

Adapun bangunan Perpusda Kabupaten Semarang di Ambarawa berdiri di atas lahan seluas 380 meter persegi. Lantai I digunakan untuk ruang baca dan display buku, sedangkan lantai II khusus untuk menggelar berbagai kegiatan inklusi sosial warga.

 


 

Penulis : rbd
Editor   : edt