Dinarpus Gelar Publikasi dan Sosialisasi Minat Baca


Peserta menyimak materi dalam Publikasi dan Sosialisasi Minat Budaya Baca

KENDAL, WAWASANCO- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Kendal, menyelenggarakan Publikasi dan Sosialisasi Minat Budaya Baca, yang diadakan di Kantor Dinarpus, di jalan Pemuda Kabupaten Kendal, Rabu (12/2). 

Acara yang dibuka oleh Kepala Dinarpus Kabupaten Kendal tersebut, dihadiiri oleh Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), perwakilan sekolah dan kampus, beberapa Kepala Desa, perwakilan Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Menurut Kepala Dinarpus Kabupaten Kendal, Diah Aning Budiarti, acara ini bertujuan untuk mewujudkan upaya pemerintah, dalam meningkatkan minat baca yang dirasa belum merata, khususmya lingkup desa. 

Program tersebut, lanjutnya, sudah ditunjang dengan Permendes 11 tahun 2019, tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, sehingga harapannya, di tiap-tiap desa dapat tumbuh perpustakaan, minimal mengawali atau merintis untuk tumbuhnya perpustakaan."Dengan tumbuhnya perpustakaan, saya yakin tumbuh minat baca, dan akhirnya dapat mencerdaskan masyarakat," ungkapnya.

Ditambahkan oleh Diah, berkaitan dengan progam Transformasi, masyarakat harus bisa mengaplikasikan apa yang sudah dibaca  bukan sekedar membaca. Dengan begitu dirinya berharap dengan membaca dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat."Semua aspek dimulai dari membaca. Petani ingin hasilnya bagus, harus membaca. Pengusaha katering, ingin maju usahanya, juga harus membaca," jelasnya.

Lebih jauh Diah mengatakan, dengan program transfornasi, Dinarpus Kendal juga menyediakan buku-buku dengan huruf braille, sehingga warga disable pun bisa terlayani.

"Setelah nanti membaca, para disable akan dibina dan diarahkan sesuai dengan bidang yang dikehendakinya. Tentu ini juga sebagai wujud Dinarpus ikut andil program pemerintah, dalam mencardaskan dan mensejahterakan masyarakat," ujarnya.

Saat ditanya, apa yang dilakukannya dalam menghadapi era digitalisasi. Diah menjawab, era digitalisasi tidak dapat dihindari, makanya Dinarpus mengaplikasikannya dalam bentuk server. Dimana para pengunjung yang ingin cari atau pinjam bisa dilihat melalui server."Rencananya, Perpusnas juga membuat sistem online dalam bentuk One Touch, yang bertujuan agar semua perpustakaan dapat terkoneksi sampai ke desa, ke sekolah. Tapi untuk saat ini kita belum," imbuhnya.

Sebagai penutup, Diah Aning menyampaikan, bahwa dalam waktu dekat Dinarpus Kendal akan menggelar lomba perpustakaan di tingkat desa. Sebelum lomba, lanjutnya, desa juga akan dibina terlebih dahulu, dan untuk mekanismenya ada di kecamatan. "Jadi nanti dari kecamatan yang mengajukan, desa mana yang pantas untuk kita bina dan ikut lomba," ucapnya.

Sementara itu menurut peserta dari Kedunggading, Budiyono mengaku, minat baca memang menjadi pekerjaan rumah bersama. Dalam pelaksanaan menurutnya, butuh support dari pemerintah desa. "Jadi butuh alokasi anggaran, baik dana desa atau anggaran lain seperti APBDes, dalam membangun sarpras dan menyediakan buku-bukunya," ujarnya.

Tidak berhenti sampai disitu, butuh juga inovasi, lanjutnya. Mengingat sekarang masih memaksi buku manual yang mulai kurang diminati. Oleh karena itu, pemerintah desa dituntut untuk menyediakan tempat yang menarik, harus nyaman, kemudian sarpras juga menunjang termasuk hotspot areanya.

Harapannya, semua harus bersinergi, baik itu support masyarakat maupun BPD, juga dari aparat desa, dalam hal ini kades bisa mengambil kebijakan terkait bagaimana meningkatkan minat baca warganya. 

Saat ini, imbuhnya, Kedunggading baru mempersiapkan taman bacanya, kemudian hotspot areanya. "Nanti objeknya ibu-ibu yang nunggu anaknya di PAUD, untuk mengisi waktu luang dengan membaca," jelas Budiyono.

Ditempat yang sama, perangkat desa Kebonharjo Patebon, Achmad Zaeroki mengungkapkan, dirinya mengikuti kegiatan di Dinarpus dalam rangka menambah wawasan minat baca. Diakui Zaeroki  dikarenakan di desanya belum tersedia pojok baca atau tempat baca, maka minat baca warganya minim."Semoga dengan ikut sertanya kami di pelatihan dan sosialisasi ini, bisa menambah wawasan, dan hasilnya akan kami sampaikan ke aparat desa dan BPDnya untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.

Penulis : Hanief
Editor   : jks