'Ngeyel', PKL di Bahu Jalan Ditertibkan


Sejumlah petugas Satpol PP saat mengangkut kelengkapan para pedagang yang 'ngeyel' berdagang di bahu jalan ditengah operasi penertiban, kemarin. Foto : Ernawaty

SALATIGA - Meski telah diingatkan melalui sosialisasi, masih banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang 'ngeyel' kedapatan berjualan di trotoar dan bahu jalan di beberapa titik di ruas jalan protokol Kota Salatiga, Selasa (12/2) lalu.

Akibatnya, petugas gabungan tak segan menertibkan dengan cara mengangkut lapak-lapak yang masih tergeletak di bahu jalan. Operasi di titik beratkan di sepanjang Jalan Pahlawan atau Pasar Blauran Kota Salatiga. 

Dikomandoi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Salatiga bersama instansi terkait, mengambil langkah tegas ditengah operasi penertiban.

Kepala Bidang Tibumtramlinmas pada Satpol PP Kota Salatiga mengatakan, penertiban ini untuk mengembalikan fungsinya bahu jalan sebagai tempat untuk pejalan kaki.

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi tersendatnya arus lalu lintas yang seringkali terjadi di Jalan Pahlawan," kata Kusdiyanto.

Diakui Kusdiyanto, sebelum petugas gabungan pelaksanaan penertiban juga dibekali pemahaman agar mengedepankan komunikasi yang baik sebelum melaksanakan penertiban.

Ia menyebutkan bahwa sosialisasi telah dilaksanakan oleh Satpol PP Kota Salatiga baik dengan pemberitahuan secara langsung kepada pedagang.

"Sebelumnya kamj telah melakukan sosialisasi sejak Senin (10/2).  Bahkan kami juga telah memasang spanduk larangan berjualan di trotoar sepanjang Jalan Pahlawan atau Pasar Blauran," sebutnya.

Sebagai informasi, dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Surat Keputusan Walikota Nomor 302-05/116/2020 tanggal 28 Januari 2020 tentang Tim Penertiban Pedagang Pasar/Pedagang Kaki Lima.

Dengan Tim terdiri atas Satpol PP, Dinas Perdagangan, Kecamatan, Setda, Dishub, Polres dan Kodim 0714 Salatiga,

Dua posko pun didirikan untuk mendukung kegiatan yang dijadwalkan dilaksanakan mulai Senin (10/2) hingga Minggu (23/2) mendatang.

Salah seorang pedagang di Pasar Blauran, Anggie menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

"Memang seharusnya trotoar itu untuk pejalan kaki, bukan untuk berjualan. Ini penting agar semua menjadi tertib dan teratur," ujar Anggie. 

Penulis : ern
Editor   : jks