Dua Perusahaan Mancanegara Jajaki Kerjasama di Purbalingga


Perwakilan Bio Takemi Yamazaki Hirosaki menyerahkan cinderamata kepada Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi). Dua perusahaan mancanegara masing-masing dari Jepang dan Jerman menjajaki kerjsama di Kabupaten Purbalingga. (Foto :Dok)

PURBALINGGA, WAWASANCO-Dua perusahaan mancanegara masing-masing dari Jermand an Jepang berminat menjalin kerjasama dengan Pemkab Purbalingga.  Perusahaan Jerman Rieswick und Partner GmbH berminat untuk membeli rambut palsu/wig dari Purbalingga  untuk bisnis jangka panjang.

Hal itu diungkapkan oleh Senior Executive Business Development German - Indonesian Chamber of Industry and Commerce (EKONID), Wuranto, Kamis (13/2). “Mereka bermaksud untuk membeli wig dari Indonesia, kebutuhan mereka sekitar2500 sampai 10000 pcs per tahun untuk jangka panjang. Mereka selama ini beli wig dari distributor di Jerman, namun karena kebutuhan mereka besar maka  mereka berpikir kenapa mereka tidak beli langsung dari suplayernya,” katanya.

Pihaknya dari EKONID yang menjembatani hubungan bisnis antara perusahaan Jerman dan Indonesia kali ini juga datang bersama Max Rieswick dan Nils Rieswick selaku Geschaftsfuehrer  dari perusahaan Rieswick und Partner GmbH. Max Rieswick menuturkan pilihannya ke Purbalingga karena wignya sudah terkenal dengan kualitas maupun kuantitas produksinya.

“Kami memilih Purbalingga. Sebelumnya kami melakukan research beberapa tahun yang lalu dan pertemuan di Jakarta. Industri wig mana yang dapat memenuhi kebutuhan permintaan kami untuk saat ini maupun yang akan datang,” katanya.

Mereka juga sudah berkunjung dan menjajaki sejumlah pabrik rambut palsu di Purbalingga, seperti PT Sung Shim, PT Sungchang, PT Hasta Pustaka Sentosa, PT Boyang Industrial, PT Sun Starindo dan lainnya. Selama ini perusahaan Rieswick di Jerman juga mengumpulkan rambut yang diambil dari salon-salon. Rambut ini juga dapat dipasok ke Purbalingga untuk diproses menjadi barang jadi.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi)  mengatakan, Purbalingga merupakan pilihan tepat bagi perusahaan yang mencari mitra bisnis di bidang rambut palsu. Ada cukup banyak jumlahnya. Bahkan sektor industri ini menempati porsi yang cukup besar dalam menyumbang Gross Domestic Product (GDP) Purbalingga yakni mencapai 27%.

Selanjutnya Perusahaan agrikulutur produk pupuk organik Bio Takemi dari Jepang ingin menjajaki kerjasama berkaitan dengan pertanian organik di Purbalingga. Perwakilan Bio Takemi masing-masing  Yamazaki Hirosaki (general manager organisasi pertanian Jepang yang di sebut JA Japan Agriculture), Takubo Michihiro (petani yang menggunakan pupuk tersebut) Matsuta Toshiyuki (Petani yang menggunakan pupuk tersebut), Otomo Akira (kepala produksi pupuk), Anouma Takemi (pemilik pupuk), Kitada Kenko (direktur perusahaan pupuk), Takagishi Seichihiro (suplayer bahan baku pupuk), Matsumoto Erina (manager perusahaan suplayer bahan pupuk), diterima langsung oleh Tiwi akhir pekan lalu.

Pada tahap ini, mereka menunjukan pencapaian produknya yang sudah dilakukan di Purbalingga. Yakni berupa hasil ujicoba produk pupuknya kepada Dinas Pertanian Purbalingga untuk proses perkecambahan biji/benih sejumlah komoditas pertanian Purbalingga.

“Hasil pengamatan kami, ujicoba pupuk untuk perendaman biji melon, kita melihat ada perbedaan dari yang pakai Bio Takemi dengan metode biasa dengan durasi yang sama. Dari 36 biji bisa 100 persen tumbuh kecambah semua, sedangkan yang tidak, hanya tumbuh 2 biji dan  berlangsung lebih lama,” kata Kepala Dinas Pertanian Purbalingga, Mukodam.

Bio Takemi menurutnya telah diujicoba tahap perkecambahan tersebut di beberapa tempat. Diantaranya di Desa Serang, Kutasari dan Mewek, untuk komoditas sayur, palawija, nanas, Semangka, padi dan berbagai buah-buahan.

Meski demikian, pupuk Bio Takemi belum diujicobakan untuk sampai pada tahap kualitas dan kuantitas produksi. Sehingga masih membutuhkan waktu untuk pembuktian.

Tiwi mengucapkan terimakasih kepada Bio Takemi yang telah memilih Purbalingga sebagai pilot project ujicoba pupuk organik untuk komoditas di Purbalingga. “Harapan saya mungkin nanti jika hasil ujicoba bisa membuahkan hasil yang baik, tentunya bisa bermanfaat bagi petani kami di Purbalingga,” katanya.

Kunjungan dari Jepang kali ini juga merupakan tindaklanjut atas kunjungan Bupati ke Jepang beberapa waktu lalu. Saat di Jepang bupati tertarik dengan pertanian Stroberi yang bervolume besar dan berkualitas sangat baik. Ia berharap hal serupa bisa diterapkan di Purbalingga khususnya untuk pertanian di Desa Serang dan sekitarnya yang sebelumnya dikenal penghasil stroberi.

“Kami juga membutuhkan pengembangan untuk petanian bawang putih agar di pasar tidak terjadi kelangkaan dan harganya bisa stabil. Kami harap pupuk ini bisa menunjukan hasil yang baik untuk pengembangan pertanian bawang putih,” katanya.

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt