Kementan Gelar Pasar Murah di Surakarta

  • Gelontor Bawang Putih dan Cabai

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Walikotas Surakarta Ahmad Purnomo dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriyadi MH bersiap mengibarkan bendera sebagai tanda dibukanya secara resmi Pasar murah Bawang putih dan cabai di Pasar Gede Surakarta , Kamis (13/2). (Bagus Adji W)

SOLO, WAWASANCO- Kementerian  Pertanian (Kementan) menggelar pasar murah bawang putih dan cabai pada lima pasar di kota Surakarta. Sebanyak 12 ton bawang putih dan 10 ton cabai merah dari jenis rawit serta keriting dijual langsung ke masyarakat umum.

„Operasi pasar ini bukan yang pertama . Kegiatan sejenis sudah dilakukan di DKI sejak 30 Januari sampai sekarang. Di Sumatra Barat juga sudah dilakukan dan hari ini kita lakukan di Solo“, kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriyadi MH, dalam laporannya pada pasar murah bawang putih dan cabai  yang dibuka Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Pasar Gede Solo, Kamis (13/2).

 

Bawang putih yang  yang dijual dalam operasi pasar, lanjut  Agung Hendriyadi MH, ada 12 ton dan sebetulnya tidak hanya untuk Surakarta saja. Untuk Surakarta, bawang 12 ton bisa memenuhi kebutuhan konsumsi empat hingga lima hari.  Meski dilepas  di pasar Gede, namun bawang putih   yang tersedia diperuntukkan bagi lima pasar di Solo serta Yogyakarta.  Kemudian cabe rawit merah dan merah keriting yang digelar dalam pasar murah sebanyaki 10 ton dan berasal dari Wajo. „Pasar murah bisa berlanjut terus sampai dengan akhir bulan. Sehingga harga bawang putih dan cabe rawit merah bisa turun mencapai dibawah Rp 30.000 per kg serta Rp 35.000 per kg. Sedangkan cabe merah keriting bisa dibawah Rp 30.000 /kg“, lapornya .

 

Sementara itu Wakil Walikota Surakarta Ahmad Purnomo dalam sambutannya mengemukakan, masyarakat setempat merupakan konsumen bawang putih dan cabai.  Tidak terdapat produsen bawang putih dan cabai di Surakarta, sehingga harus didatangkan dari luar daerah. Bawang putih semula harganya tidak naik. Dari pedagang besar diperoleh informasi, bawang putih impor akan masuk setelah bulan ketiga. Bawang putih yang dijual saat ini merupakan persediaan hasil import akhir tahun dan jumlahnya masih cukup banyak. “Kenaikan harga yang sekarang ini  terjadi, banyak disebabkan berita hoax yang menyebutkan  karena wabah korona kemungkinan import bawang putih  ke Indonesia dihentikan atau terhambat. Otomatis harga mempengaruhi harga.  Mungkin bila tak ada hoax kemungkinan harga  tak menjadi naik”,terangnya.

 

Pemkot Surakarta bersama Bank Indonesia dan TPID setempat sudah melakukan pengamatan terkait harga komoditas cabai. Perdagangan cabai dimulai dari petani produsen dijual ke pedagang sub (pengepul) dan selanjutnya ke Distruibutor baruy kemudian ke konsumen. Hasil pengecekan ke produsen  diketahui produksi stabil meski diakui ada beberapa daerah tertentu yang kurang . Dapat disimpulkan  produksi sebenarnya cukup . Yang menjadi pertanyaan kita bagaimana dari pengepul ke distributor. Mengapa terjadi harga kenaikan yang luar biasa. Sebetulnya rahasianya bagaimana”, tanyanya sembari mengusulkan kepada Menteri Pertanian  tentang kemungkinan  diadakannya semacam “Dolog” kecil.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya menyatakan, Kementan telah melakukan penghitungan mengenai ketersediaan bawang putih yang sekarang ini tersedia kurang lebih 84. 000 ton sampai dengan  120. 000 ton.  Selain itu  juga tersedia  bawang putih  dari dalam negeri sekitar  50.000 ton  yang akan panen akhir Februari akhir sampai Maret . Dapat disimpulkan sampai dua hingga tiga bulan nggak ada masalah mengenai bawang putih.“ Mudah-mudahan virus Corona juga selesai. Kalau toh virus Corona terus terjadi di sana, maka Indonesia bisa mendatangkan bawang putih  dari negara lain diantaranya India dan Amerika“, tandasnya.

Penulis : baaw
Editor   : jks