Cari Ikan, Lima Bocah Malah Temukan Mayat


Mayat yang ditemukan di Sungai Sumur Bandung, Karangkepoh, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, saat dievakuasi menuju RSUD Salatiga, Kamis (13/2) siang sekira pukul 12.30 WIB. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO-Lima orang bocah yang tengah asyik memancing ikan tak sengaja menemukan mayat yang sudah membusuk di Sungai Sumur Bandung, Karangkepoh, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Kamis (13/2) siang sekira pukul 12.30 WIB.

Mayat tanpa busana itu pertama kali ditemukan dalam kondisi tertelungkup. Diperkirakan dari pertama kali ditemukan mayat telah meninggal lebih dari sehari. Hal ini diperkuat dengan kondisi mayat yang telah rusak serta menimbulkan bau tak sedap.

Saat ditemukan para bocah laki-laki, kondisi mayat hanya terlihat punggungnya saja. Hampir seluruh tubuh mayat tertutup sampah serta kayu serta ranting yang memenuhi sungai.

Kini, jasad belum diketahui identitasnya itu telah dibawa ke RSUD Salatiga guna keperluan autopsi.

Belum diketahui pasti penyebab tewasnya mayat tanpa identitas tersebut.

Penemuan mayat ini berawal saat lima bocah di antaranya Farel (10) dan Dito (11) dan tiga temannya menyusuri Sungai Sumur Bandung untuk mencari ikan.

Saat menyisir sungai, kelima bocah tersebut  mencium bau bangkai busuk.  Pandangan mereka pun mengarah ke tumpukan sampah. Mayat awalnya sempat dikira bangkai seekor anjing.

"Saat kami berlima mencari ikan mencium bau menyengat sekali. Kami kira bangkai anjing, namun setelah kami mendekat ternyata sesosok mayat," kata Farel Krisna satu diantara lima bocah yang kali pertama menemukan mayat tanpa identitas itu.

Tapi karena penasaran ke limanya coba mendekat sambil menusuk-nusuk dengan sebatang kayu dengan kayu untuk memastikan. 

Alangkah terkejutnya Dito dan kawan-kawannya ternyata mayat membusuk dan telungkup. Bau yang menyengat membuat kumpulan bocah ini sempat jijik dan mual.

"Kami akhirnya lari naik dan melaporkan ke warga dan diteruskan ke ketua RW 2 Karangkepoh, Salatiga," tuturnya.

Kelima bocah itu pun ketakutan dan langsung lari menuju perkampungan dan melaporkan kejadian ini kepada Budi  (53) Ketua RW 03 Karang Kepoh yang saat itu berada di rumah.

Ketua RW bersama warga akhirnya mendatangi lokasi untuk memastikan informasi dari para bocah itu. Setelah dicek ke lokasi ternyata benar  ada sesosok mayat  di suangai dalam posisi tengkurap.

Budi kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Argomulyo dan tak lama berselang sejumlah petugas  dari Polsek dan Polres dipimpin Kapolsek Argomulyo AKP Muh Yazid datang ke lokasi.

Petugas dan sejumlah anggota PMI Salatiga kemudian mengevakuasi mayat tersebut dan langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Salatiga.

Pihak kepolisian kemudian mengevakuasi mayat yang sudah tak dapat dikenali itu.

"Kondisi mayat rusak, sangat mengenaskan bahkan sudah tak bisa dikenali wajah maupun jenis kelaminnya," tandas AKP Mohamad Zazid.

Ia menandaskan, berdasarkan hasil visum mayat tersebut diperkirakan sudah meninggal sekitar sepuluh hari yang lalu.

Namun penyebabnya apa masih dalam penyelidikan. Identifikasi dilakukan di rumah sakit, meski badan sudah rusak, namun karena gigi masih ada, maka bisa untuk mengungkap identitas.

"Jenis kelamin juga belum diketahui. Kami juga menerima informasi bahwa sekitar sepuluh hari  yang lalu ada warga Tetep yang hilang, sehingga nanti akan kita cocokkan, apakah itu ( warga yang hilang) atau bukan," ujarnya. 

Penulis : ern
Editor   : jks