Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 Diperlukan


Sekretaris Daerah Kota Salatiga Drs Fakruroji saat membuka rapat koordinasi SPBE (Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik) di Ruang Plumpungan Lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu (19/2). Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO-Pemanfaatan smart goverment di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 diperlukan. Melalui society 5.0 ini, kecerdasan buatan (artificial intelligence) akan mentransformasi big data pada segala sendi kehidupan.

Hal ini diungkap Niki Maradona dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) saat rapat koordinasi SPBE (Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik) di Ruang Plumpungan Lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu (19/2).

Turut hadir Ugi Cahyo Setiono, S.Kom, pemateri dari Kemenpan RB, Sekretaris Daerah Kota Salatiga Drs Fakruroji serta para peserta rapat koordinasi SPBE.

Dikatakan Niki Maradona, the internet of things akan menjadi suatu kearifan baru yang didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan manusia  dalam membuka peluang bagi kemanusiaan.

Sehingga, society 5.0 kecerdasan buatan (artificial intelligence) sangat diperlukan.

"Langkah ini menjadi efisien dengan manajemen resiko yang lebih baik untuk mengidentifikasi pemecahan masalah yang cepat dan menghasilkan monitoring hasil yang lebih akurat," kata Maradona.

Sementara, Ugi Cahyo Setiono, SKom, selaku pemateri dari Kemenpan RB menerangkan penerapan SPBE dapat dilaksanakan dengan baik sesuai aturan yang ada.

Hal ini untuk menciptakan sebuah iklim tata kelola yang baik dan berpihak kepada masyarakat.

"Efisiensi dan keterpaduan penyelenggaraan SPBE, akan berimbas kepada kemanfaatannya kepada masyarakat secara transparan dan akuntabel," jelas Ugi.

Sedangkan Sekretaris Daerah Kota Salatiga Drs Fakruroji menambahkan, pelayanan ke masyarakat harus dilakukan dengan baik dan transparan.

Sehingga, penerapan digitalisasi tata kelola pemerintahan menjadi langkah nyata reformasi birokrasi.
"Tentunya, langkah tersebut bermuara pada peningkatan kualitas layanan publik," tandas Sekda.

Ia menegaskan penerapan digitalisasi tata kelola pemerintahan menjadi langkah nyata reformasi birokrasi yang dibutuhkan saat ini. 

Menurutnya peningkatan indek SPBE Salatiga merupakan hal yang diperlukan sebagai indikator pengukuran insentif sebuah daerah.

"Ini kesempatan kita untuk lebih meningkatkaan indek SPBE Kota Salatiga, walaupun kita sudah baik," tutur Fakruroji.

Dijelaskan lebih lanjut, dengan meningkatkan pemahaman implementasi SPBE tersebut akan menghasilkan  sebuah pelayanan yang efisien, efektif, transparan dan partisipatif.

"Birokrasi pemerintahan pun harus beradaptasi dengan sistem informasi berbasis IT tersebut akan memberikan pelayanan ke masyarakat yang cepat, murah dan prima," imbuhnya. 

Penulis : ern
Editor   : jks