Oji dan Agus Berpeluang Jadi Penantang Tiwi


Bacabup Muhammad Zulhan Fauzi (Oji) saat mengambil formulir ke Partai Demokrat. (Foto :Joko Santoso)

PURBALINGGA, WAWASANCO-Dinamika politik pasca turunnya rekomendasi dari DPP PDIP kepada Dyah Hayuning Pratiwi-Sudono (Tiwi-Dono)  semakin menggeliat. Yang masih menarik untuk ditunggu siapa yang akan menjadi penantang Tiwi di Pilkada 23 September mendatang.

Keterangan yang berhasil dihimpun Wawasan, Jumat (21/2) menyebutkan, jauh hari sebelum rekomendasi PDIP turun, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membentuk Koalisi Pelangi. Sejumlah parpol bergabung disana. Masing-masing Gerindra, PAN, PKS, Nasdem, Demokrat, Hanura dan Partai Berkarya. Terdapat 7 Bakal Calon Bupati (Bacabup)  dan 6 Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) yang mendaftar.  

Bacabup masing-masing adalah Muhammad Sulhan Fauzi, Suparno, Sugeng, Slamet Wahidin, Imam Maliki, Anshori dan Agus Sarkoro. Bacawabup adalah Panca Priyana, Adi Yuwono, Suwito, Aji Wirawan, Ken Ragil dan Karsono.

Ketua DPC PKB Miswanto mengatakan siapa yang akan diusung oleh Koalisi Pelangi masih menunggu rekomendasi DPP PKB. Namun sumber terpercaya kepada Wawasan mengatakan dua nama berpeluang untuk mendapatkan rekomendasi. Masing-masing Muhammad Sulhan Fauzi (Oji) dan Agus Sarkoro.

Pasalnya dua nama tersebut gencar melakukan konsolidasi dan menggalang dukungan hingga ke bawah.  Oji sendiri saat mengambil formulir pendaftaran ke Partai Demokrat beberapa waktu lalu menyampaikan optimistis mendapatkan rekomendasi di Koalisi Pelangi.

Agus Sarkoro juga demikian. Dia mengatakan optimistis mendapatkan rekomendasi dari Koalisi Pelangi. Agus juga gencar melakukan sosialisasi melalui baliho dan juga di media sosial.

Ketua DPC Partai Demokrat Purbalingga M Wachyono pihaknya menunggu turunnya rekomendasi Koalisi Pelangi . Namun dia mengisyaratkan partainya membuka kemungkinan untuk memunculkan poros ketiga. Mengenai siapa yang didukung tentu masih menunggu perkembangan. “Politik dinamis. Kami bisa saja mengambil langkah politik sendiri. Kita tunggu saja,” katanya diplomatis.

 

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt