IMM UMP Deklarasikan Anti Bullyng


Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ilmu Kesehatan (KOMIKES) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah melakukan deklarasi anti bullyng. (Foto :Dok)

PURWOKERTO, WAWASANCO- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Ilmu Kesehatan (KOMIKES) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah melakukan deklarasi anti bullyng. Hal ini sebagai upaya melawan tindak kekerasan sejak usia dini di negeri ini.

Tati Sundari selaku Bidang Riset Pengembangan dan Keilmuan IMM KOMIKES UMP mengatakan, maraknya kasus bullying pada pelajar  yang baru-baru ini terjadi, membuat masyarakat merasa resah dan prihatin dengan keadaan.

Menurutnya, bullying yang terjadi bisa disebabkan karena dari dua faktor. “Faktor yang pertama dari sisi korban sendiri yaitu penampilan fisik, ras, orientasi seksual, terlihat lemah, dan tidak mudah bergaul. Jika dari sisi pelaku Bullying yaitu karena memiliki masalah pribadi, pernah menjadi korban bullying, rasa iri, kurang pemahaman, mencari perhatian dan kurang empati,” ungkapnya, Senin (24/2)

Sebelumnya, Bidang Riset Pengembangan dan Keilmuan menggelar diskusi bertajuk “STOP BULLYING, MARI SIMPATI” Jum’at 21 Februari 2020.

Diskusi di pandu oleh Immawan Aprianto Bidang Hikmah. Dalam diskusinya Aprianto mengatakan bullying atau penindasan adalah perilaku agresif yang mengintimidasi dari individu ataupun kelompok.

“Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal dan cyber. Budaya penindasan dapat berkembang dimana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga dan lingkungan,” jelasnya.

Menurutnya, tanpa disadari perilaku bullying ini memiliki dampak yaitu ketakutan, stres, timbul pemikiran untuk bunuh diri, hati gelisah, dan memiliki masalah sekolah.

“Maka dalam diskusi ini Kader IMM Komikes mengajak seluruh generasi muda untuk berhenti melakukan bullying. Dengan menggerakan hati orang-orang untuk meningkatkan rasa empati dan kasih sayang untuk sesame,” pungkasnya

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt