Pilkada Purbalingga Diprediksi Diikuti 3 Paslon

  • Koalisi Pelangi Terancam Pecah

PURBALINGGA, WAWASANCO-Pilkada Purbalingga yang dilaksanakan 23 September 2020 diprediksi akan diikuti oleh tiga Pasangan Calon (Paslon). Kendati saat ini baru terdapat dua kubu yang berhadapan, namun munculnya paslon ketiga merupakan keniscayaan.

Demikian disampaikan pengamat politik Unsoed Indaru Nurprojo, kepada wartawan,Selasa (25/2). Diungkapkan saat ini sudah ada satu Paslon yang diusung oleh koalisi PDIP dan Golkar, yaitu Dyah Hayuning Pratiwi-Sudono (Tiwi-Dono). “Di seberang ada 7 Bacabup dan 6 Bacawabup yang digalang Koalisi Pelangi,” tandas dosen Fisipol tersebut.

Menurutnya Koalisi Pelangi yang dimotori PKB dan beranggotakan Gerindra, PAN, PKS, Demokrat, Hanura, Nasdem dan Partai Berkarya berpotensi retak. Pasalnya saat ini ada sejumlah Bacabup dan Bacawabup yang bersaing ketat untuk mendapatkan rekomendasi.

Terdapat 7 Bakal Calon Bupati (Bacabup) yang sudah mendaftar ke Koalisi Pelangi. Masing-masing Suparno, Muhammad Zulhan Fauzi, Sugeng, Agus Sarkoro, Anshori, Imam Maliki dan Slamet Wahidin. Selain itu terdapat 6 Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) yang sudah mendaftar. Masing-masing Ken Ragil Turyono, Panca Priyana, Suwito, Aji Wirawan, Karsono dan Adi Yuwono

“Dua nama Bacabup menguat yaitu Muhammad Sulhan Fauzi (Oji) dan Agus Sarkoro. Persaingan saat ketat. Bisa jadi jika salah satu nama memperoleh rekomendasi PKB, maka nama lain akan keluar dari koalisi dan menggalang koalisi dengan parpol lain,’ ujarnya.

Untuk Pilkada Purbalingga hanya PDIP dengan 10 kursi di DPRD dan PKB dengan 9 kursi di DPRD yang bisa mengusung sendiri Paslon. Parpol lain harus berkoalisi. Besar kemungkinan rekomendasi PKB tidak memuaskan Bacabup yang lain. “Logikanya untuk bisa maju mereka akan menarik parpol lain diluar PKB untuk menjalin koalisi untuk kendaraannya. Jadi logis jika ada peluang tiga Paslon muncul,” ungkapnya.

Dia memprediksi bisa saja PKB mengusung sendiri Paslonnya. Sedangkan Gerindra dan sejumlah parpol lain seperti PAN dan PKS menggalang koalisi untuk memunculkan satu Paslon lagi.  Ditambahkan jika muncul tiga Paslon, Pilkada purbalingga akan semakin menarik. “Kita lihat saja, perkembangannya kedepan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga Ekos Setiawan menyampaikan dipastikan Pilkada Purbalingga tak diikuti Paslon dari jalur perseorangan. Pasalnya hingga batas waktu penyerahan dukungan Paslon perseorangan, Minggu (23/2) tak ada yang mendaftar.

 

Penulis : Joko Santoso
Editor   : edt