Diduga Salahgunakan DD, Kades Gemulak Ditahan


Kades Gemulak Kecamatan Sayung ditahan.(Foto:sari)

DEMAK, WAWASANCO-Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak resmi menahan Kades Gemulak Kecamatan Sayung AN, Selasa (3/3). Pria berkepala botak itu diduga menggunakan dana desa (DD) tahun anggaran 2019 untuk bantuan rumah tidak layak huni  (RTLH) serta anggaran-anggaran lainnya termasuk retribusi pajak  hingga total senilai Rp 500 juta lebih.
Kajari Demak M Irwan Datuiding didampingi Kasi Pidsus Intan Lasmi saat pers rilis menyampaikan, penahanan AN bermula dari pengaduan masyarakat. Tersangka dilaporkan telah menggunakan angaran DD pencairan tahap II untuk RTLH dan tahap III untuk keperluan pribadi. Di samping anggaran retribusi pajak  serta PAD. 
"Anggaran negara senilai ratusan juta rupiah tersebut diduga disalahgunakan untuk infestasi modal bidang konstruksi," kata Kajari Irwan Datuiding.
Secara terperinci anggaran yang ditudingkan telah digunakan untuk kepentingan pribadi begitu mendapatkan tranferan dari pusat  itu meliputi DD 2019 pencairan tahap III senilai Rp 418 juta, retribusi pajak Rp 49 juta, PPn dan PPh Rp 30 juta dan PAD Rp 13,950 juta. Serta anggaran DD tahap II yang mestinya untuk pembangunan RTLH sebanyak 25 unit sejumlah Rp 50 juta. 
Setelah menerima pengaduan masyarakat tim penyidik Kejari Demak pun turun ke desa. Meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk bendahara desa. 
Setelah mendapatkan bukti cukup, penahanan terhadap AN dilakukan Kejari Demak. Dimaksudkan sebagai upaya pencegahan yang bersangkutan melarikan diri, di samping menghilangkan barang bukti.
Diduga  melanggar UU tindak pidana korupsi, AN pun terancam hukuman lima hingga 10 tahun penjara. Dalam rangka mencegah kasus serupa terjadi di desa-desa lainnya, Kajari Irwan Datuiding telah mengagendakan kegiatan pembekalan hukum ke 249 desa/kelurahan seKabupaten Demak. Sehingga tidak ada lagi kesalahan administrasi bahkan penyalahgunaan anggaran DD bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah yang berujung persoalan hukum. 

Penulis : ssj
Editor   : jks