Ratusan Pedagang Kanjengan '‘Disapu’' Alat Berat


Seorang pedagang berusaha menyelamatkan barang-barang yang dinilainya masih berharga usai pembongkaran ratusan lapak dan kios di Pasar Kanjengan, Kamis (19/10). Foto: Nurul Wakhid

PURWODINATAN- Ratusan pedagang pancakan dan kios di Pasar Kanjengan ‘disapu’ petugas gabungan Dinas Perdagangan dan Satpol PP Kota Semarang, Kamis (19/10).

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto, pembersihan dilakukan karena pedagang nekat berjualan di kawasan tersebut. Padahal mereka sudah diminta pindah ke tempat relokasi Pasar Johar di lahan MAJT.

“Mereka ini dulunya berjualan di Pasar Johar dan pasca kebakaran sudah kami minta pindah ke MAJT namun mereka membandel,” terangnya kepada Wawasan.

Dijelaskan, pedagang Kanjengan tersebut sudah diminta pindah sejak relokasi lahan ini akhir Agustus lalu. Namun mereka membandel dan tetap bertahan di lapak dan kios mereka.

Karenanya pihaknya terpaksa bertindak tegas dengan mentertibkan mereka. Apalagi pembangunan Pasar Johar baru di lokasi bekas Pasar Kanjengan Blok C dan D akan segera dimulai.

“Kami meminjam alat berat milik DPU untuk merobohkan bangunan kios pedagang sekaligus mempercepat proses pembongkaran,” tukasnya.

Ditambahkan, pembongkaran lapak dan bedeng kios pedagang tersebut dilakukan untuk memudahkan akses alat berat dan material pembangunan Pasar Johar baru. Dipastikannya Jumat siang, kawasan Pasar Kanjengan sudah bersih dari pedagang.

Fajar mengakui, peletakan batu pertama pembangunan Johar akan dimulai Jumat ini. proyek ini didanai dengan APBN senilai Rp93 miliar.

Di sisi lain, sejumlah pedagang mengakui terpaksa merelakan kios mereka dibongkar petugas. Zubaedah seorang pedagang berharap agar mereka tetap mendapat tempat berjualan baik di MAJT maupun di Pasar Johar baru pasca dibangun nantinya.

“Kalau disuruh memilih, ya mending berjualan di sini saja. Akses ke MAJT sulit, dagangan di sana sepi. Tapi mau bagaimana lagi, selalu saja pedagang yang kalah,” keluhnya.

Karenanya, ia bersama pedagang yang lain bergegas membereskan dagangan mereka agar tidak rusak dan masih dapat dimanfaatkan untuk berjualan kembali. 

Penulis :
Editor   : awl