Bilik Sterilisasi Dipasang di Terminal Bus

  • Antisipasi Kedatangan Pemudik

Bupati HM Natsir bergiliran Kapolres AKBP R Fidelis Purna Timoranto saat melakukan pembersihan diri dari kuman, bakteri dan virus pada bilik sterilisasi yang didirikan Gugus Satuan Tugas Penanggulangan Wabah Corona Kabupaten Demak di Terminal Bus Bintoro.

DEMAK, WAWASANCO- Upaya mencegah masuknya virus corona ke Kota Wali intensif dilakukan Gugus Satuan Tugas Penanggulangan Wabah Penyakit Corona Kabupaten Demak. Berkoordinasi instansi samping, di antaranya Polres Demak dan Dishub Jateng, pemasangan bilik sterilisasi dan perangkat cuci tangan pun dilakukan di terminal bus Bintoro Demak. Mengantisipasi kedatangan pemudik, utamanya dari kota-kota pandemi corona seperti Jakarta, Solo bahkan Semarang. 

Kapolres Demak AKBP R Fidelis Purna Timoranto menyampaikan, mencegah penyebaran coronavirus disesase (covid) 19 adalah tanggungjawab bersama. Termasuk jajaran polres yang disebutkan menjalankan maklumat Kapolri membantu pemerintah mencegah penyebaran atau penularan covid 19 demi menyelamatkan bangsa.

"Sosialisasi protap pencegahan penularan covid 19 intensif kami lakukan dengan mengoptimalkan semua  fungsi, utamanya Sat Binmas. Baik secara langsung lewat patroli maupun memanfaatkan media sosial. Termasuk mendirikan bilik sterilisasi dan menyediakan tempat cuci tangan di halaman depan mapolres, sebagai bagian pencegahan penyebaran corona saat pelayanan masyarakat," ujarnya, Minggu (29/3). 

Hal sama sejak Sabtu (28/3) terlihat di Terminal Bus Bintoro Demak. Sebuah bilik sterilisasi berisi perangkat penyemprot desinfektan juga tempat cuci tangan berikut sabun antiseptik dipasang  di salah satu sudut terminal, lengkap dengan personel yang bertugas memindai suhu tubuh. Dimaksudkan memberikan fasilitas bagi masyarakat untuk membersihkan diri  dari ancaman sebaran covid 19.

Termasuk mendirikan posko gugus satgas covid 19, sebagai upaya mengantisipasi sekaligus mendeteksi kedatangan para perantau atau pemudik khususnya dari kota-kota pandemi corona. Sehingga dapat kembali berkumpul keluarga dalam keadaan bersih, pun keberadaan mereka yang berstatus orang dalam pantauan (ODP) terpantau.

Pada saat sama Bupati HM Natsir mengimbau, segenap warga Demak yang ada di perantauan agar tidak mudik sementara waktu ini dan  tetap bertahan di Jakarta atau daerah perantauan lainnya hingga masa darurat wabah corona terlewati. Hal itu demi keselamatan dan keamanan pribadi juga keluarga di desa. 

Namun bila terpaksa dan terlanjur mudik dan menggunakan transportasi umum, Bupati Natsir menginstruksikan, agar tidak turun di sembarangan tempat pemberhentian. Seperti ada di Sayung, Onggorawe, Buyaran, Trengguli, Gajah, atau Karanganyar. 

"Demi keselamatan dan keamanan diri dan keluarga  dari covid 19, usahakan turun di Terminal Bus Bintoro Demak.  Sebab di terminal tersedia  bilik  sterilisasi penyemprot desinfektan, tempat cuci tangan, juga petugas medis," kata bupati.

Berdasar data Pusat Krisis Kesehatan Kabupaten Demak  TGC / DES PCS 119 hingga 29 Desember 2020 pukul 13.00 jumlah ODP ada 120 orang dan pasien dalam pantauan (PDP) sebanyak tiga orang. Sementara kasua terkomfirmasi positif atau negatif covid 19 masih nihil.

Penulis : ssj
Editor   : jks