Ratusan Napi Nusakambangan Bakal Dibebaskan

  • Dampak Pendemi Covid-19

Ratusan napi Nusakambangan sedang berolahraga. Foto: istimewa

CILACAP, WAWASANCO- Bencana Cobid 19 nampaknya justru akan membawa berkah bagi para narapidana termasuk penghuni Lapas di Nusakambangan. Sebab, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly bakal membebaskan 30 ribu narapidana karena darurat wabah virus Corona. Rencana itu tertuang dalam keputusan tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi. Ini merupakan upaya penyelamatan Narapidana dan Anak yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) dari infeksi virus corona (Covid-19).

Lantas bagaimana di Nusakambangan?

Koordinator Lapas Se-Nusakambangan dan Cilacap Erwedi Supriyatno mengakuinya. “Keputusan Menteri ini berdasarkan informasi yang kami terima dan telah diberlakukan sejak tanggal ditetapkan. Yakni 30 Maret 2020” kata Erwedi saat dihubungi media.

Disinggung terkait jumlah narapidana atau warga binaan yang akan dibebaskan melalui asimiliasi dan integritas, Erwedi mengungkapkan, sejauh ini untuk Lapas Se Nusakambangan masih belum memiliki jumlah pastinya. “Kita masih dalam proses pendataan. Harapan kami, nantinya yang bisa dibebaskan sekitar 100 orang warga binaan. Namun tentu saja ada syarat yang diberlakukan untuk napi yang bakal menerima pembebasaan. Apalagi ini merupakan langkah untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi beban anggaran negara, yang nantinya dioptimalkan untuk penanggulangan Covid19, maupun mendukung program resolusi lembaga pemasyarakatan yang sebelumnya sudah dicanangkan” kata Erwedi.

Erwedi menjelaskan, untuk Keputusan Menteri Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020, tentang pengeluaran Narapidana dan Anak melalui asimilasi harus dilakukan dengan berbagai ketentuan. Diantaranya Narapidana yang sudah menjalani 2/3 masa pidananya terhitung sampai dengan tanggal 31 Desember 2020. Kemudian Anak yang menjalani 1/2 masa pidananya sampai dengan tanggal 31 Desember 2020 dan Narapidana dan Anak yang tidak terkait dengan PP Nomor 99 Tahun 2012, yang tidak sedang menjalani subsidair dan bukan warga negara asing.

Ketentuan lain, narapidana yang akan dibebaskan  itu yang diluar  dalam PP no 99 tahun 2012. Diantaranya mereka yang tidak terkait dengan kasus Narkoba, terorisme, dan korupsi. 

Penulis : ap
Editor   : edt