Pastikan Data dan Anggaran Covid-19, Komisi D Rakor Bersama Dinkes Kendal


KENDAL, WAWASANCO- Terkait adanya pasien sembuh dari virus Corona yang berasal dari Kendal, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal menanyakan  kesiapan Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam menanggulangi Covid-19. Hal itu dilakukan saat rapat koordinasi di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Kendal, Kamis (2/4).

Berdasarkan data penanganan covid-19 yang dirilis Pemkab Kendal melalui website http://corona.kendalkab.go.id, disitu disebutkan tidak ditemukan adanya warga Kendal yang positif terjangkit Corona atau Covid-19. 

Namun, tersiar kabar dari berbagai media, pada selasa (31/3) kemarin, ada 4 pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Wongsonegoro Semarang dinyatakan sembuh. Dari keempat pasien tersebut, salah satunya warga asal Kaliwungu Kabupaten Kendal.


Dalam rakor tersebut, dari Komisi D yang hadir diantaranya, Ketua Mahfud Shodiq dari PKB, kemudiaan Sulistiyo Ari Wibowo dari PKS, Dini Widiastuti dari Demokrat, Kholid Abdillah dari PKB, Niken Larasati dari PKB dan Abu Suyudi dari PPP. Sedangkan dari Dinkes hadir Ferinando Rad Bonay selaku kepala beserta jajaran.


Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kendal, Mahfud  Shodiq usai rapat menjelaskan, Komisi D melakukan rapat koordinasi bersama Dinkes Kendal, terkait Sinkronisasi Data warga Kendal yang terjangkit virus Covid-19 dan langkah-langkah yang dilakukan terkait anggaran.


"Alhamdulillah, meskipun ada yang positif satu pasien warga Kendal yang kerja dan berdomisili di Semarang, sekarang yang bersangkutan sudah sembuh," ucapnya.


Ditambahkan oleh Mahfud, rakor kali ini disamping sinkronisasi data, sebagai pengawasan dan pengembangan, DPRD juga akan mendorong penganggaran dalam rangka penanganan Covid-19, tujuannya agar dapat dilakukan dengan cepat dan baik.


Ditekankan oleh Mahfud, pentingnya memberikan edukasi bagi masyarakat terkait virus Corona ini. Disamping itu warga juga harus mentaati berbagai imbauan pemerintah untuk membatasi kegiatan di luar rumah, selalu membersihkan diri dan menghindari berkumpul atau kontak dengan orang banyak.


"Masyarakat tidak perlu takut, panik ataupun cemas ditengah wabah seperti saat ini. Yang paling penting bagi masyarakat adalah melaporkan ke pemerintah jika terjadi sesuatu di daerahnya dan segera lapor apabila pendatang baru di wilayahnya," imbuhnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinkes Kendal Ferinando Rad Bonay menjelaskan, terkait satu pasien positif terjangkit Covid-19 yang dirawat dan sembuh di RSUD Wongsonegoro Semarang. "Yang bersangkutan memang warga Kendal, namun bekerja dan berdomisili di kota Semarang," terangnya.


Feri menjelaskan, dalam penanganan Covid-19 ada kategori yang diberlakukan, seperti orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pemantauan (PDP) setelah dilakukan pemeriksaan medis.


"ODP itu apabila ada orang gejala batuk demam, setelah bepergian ke daerah lain atau negara lain. Kemudian PDP apabila ada gejala batuk demam, pilek, sesak nafas dan sudah jadi pasien. Semua penetapan dilakukan setelah yang bersangkutan diperiksa secara medis, baru kita bisa menentukan arah kesana," jelasnya.


Disinggung adanya warga Gondang, kecamatan Gemuh yang meninggal, apakah pasien terkena Corona atau bukan. Feri mengungkapkan, warga Gondang yang meninggal dunia tersebut, setelah sehari dari Jakarta itu belum dimasukkan kategori pasien yang mengarah ke Covid-19. 


"Yang bersangkutan sudah meninggal dunia terlebih dahulu, sebelum dilakukan pemeriksaan medis," kata Feri.


Hal yang sama juga dialami warga Dusun Plalangan Kaliwungu Selatan, menurut Feri, warga Plalangan tersebut pulang dari Jakarta langsung memeriksakan diri ke Puskesmas untuk diperiksa kesehatannya. Setelah diperiksa yang bersangkutan dinyatakan sehat.


"Namun dua hari setelah itu, warga tersebut mengalami batuk-batuk, yang kemudian dibawa ke RSUD dr Suwondo oleh keluarganya, dan meninggal dunia," ujarnya.


Menurut Feri, warga tersebut tidak dinyatakan positif Covid-19, karena belum dilakukan pemeriksaan sudah meninggal dunia terlebih dahulu. "Pihak RSUD dr Suwondo Kendal menyatakan dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, pasien yang meninggal dunia tersebut disebabkan oleh serangan jantung," jelasnya.


Ditambahkan oleh Feri, demi kehati-hatian petugas medis dalam proses memandikan jenazah dan penanganannya, baik warga Gondang maupun warga Plalangan, prosedur yang dilakukan seperti halnya menangani pasien Covid-19 dan pengidap HIV," imbuhnya.

Lebih lanjut Feri menyampaikan, untuk mengantisipasi kepanikan masyarakat adanya rumor yang beredar, dua warga tersebut meninggal akibat virus corona, Dinkes Kendal melakukan pemantauan langsung kepada keluarga baik di Gondang maupun Plalangan.

"Terkait Keluarga korban dan orang -orang yang bersentuhan langsung dengan korban atau OTG (orang tanpa gejala-red) dipantau terus oleh tenaga medis dari Dinkes Kendal. Beberapa hari ini kita terus pantau mereka, bahkan keluarga dari pasien yang positif Covid-19 di Kaliwungu sampai 14 hari kita pantau. Alhamdulillah mereka semua sehat," tambahnya

Ditanya kesiapan antisipasi masuknya warga dari luar Kendal, dengan adanya arus mudik lebaran tahun ini, baik DPRD maupun Dinkes Kendal sepakat akan melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas penanganan Covid-19. Hal ini perlu agar dalam pelaksanaan kegiatan nantinya semua terkondisikan sesuai SOP.

Kami menghimbau kepada warga Kendal yang merantau di daerah lain dan negara lain, yang mau mudik lebaran tahun ini, agar ditangguhkan dahulu. Kita sama-sama saling menjaga baik diri sendiri, keluarga dan masyarakat, sampai benar-benar kondisi membaik," pungkas Feri yang diiyakan oleh Mahfud. 

Penulis : Hanief
Editor   : jks