Bupati Batang Wihaji bersama Muspika Kecamtan Wonotungal melihat langsung rumah warga yang terkena angin ribut di Desa Sodong. Foto: Hadi Waluyo.
BATANG - Akibat bencana angin kencang, sebanyak 32 rumah di Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, rusak. Lima rumah di antaranya tertimpa pohon cengkih yang roboh. Selain itu, sekitar 2 ribu ekor ayam mati lantaran kandang ayam roboh. Puluhan pohon cengkeh di desa ini juga bertumbangan dihajar angin kencang.
“Untuk Desa Sodong yang rumahnya terkena angin ribut sebanyak 32 rumah, 2.000 ayam mati karena kandangnya roboh, dan satu warga korban atas nama Wariah dengan luka patah tulang tertimpa kayu kandang ayam,” kata Kades Sodong, Untung, saat kunjungan Bupati Batang, Wihaji, Senin (23/10).
Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji, mengatakan, musibah bencana alam bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, langkah antisipatif harus dilakukan untuk mengurangi korban bencana alam tersebut. “Kita miliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk antisipasi bencana, untuk tanggap dan cepat untuk penanggulangan bencana apapun di Kabupaten Batang," ujarnya.
Wihaji mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Batang yang memiliki wilayah geografis pengunungan dan lautan yang rentan dengan musibah bencana untuk lebih waspada. Menurutnya, musim pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke hujan untuk berhati-hati, menjaga kelestarian lingkungan dengan penghijauan serta budayakan hidup bersih dan buang sampah pada tempatnya.
“Kami harap masyarakat bisa mendeteksi dini apabila sudah mengetahui akan terjadi musibah bencana alam dengan melapor ke pihak BPBD maupun pihak kepolisian dan TNI, agar musibah dapat diminimalisir dan dicegah," katanya.
Penulis :
Editor :