Warga Magelang Diimbau Tanam Pohon Tabebuya


Sejumlah pohon Tabebuya yang ada di Jalan Majapahit (Kampung Juritan) Kota Magelang sedang mekar bagaikan bunga Sakura.  Bunga tersebut semakin memperkokoh ‘branding” Kota Magelang sebagai Kota Sejuta Bunga. Foto: Widiyas Cahyono

MAGELANG- Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito berharap semua lapisan masyarakat di Kota Magelang ikut berpartisipasi memperindah kota dengan menanam pohon bunga tabebuya (Chrysotricha) di sekitar lingkungannya masing-masing.

“Saat ini Pemkot Magelang akan menanam sekitar 1000 pohon tabebuya di sejumlah jalanan protokol yang ada di Kota Magelang. Dan anggaran tersebut telah disetujui oleh DPRD Kota Magelang,” kata Sigit Widyonindito usai mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah Ketua DPRD Kota Magelang, Senin ( 23/10).

Sigit mengatakan, penanaman pohon asal Brazil tersebut untuk menguatkan ikon Kota Magelang sebagai Kota Sejuta Bunga. Menurutnya, dalam jangka waktu antara dua hingga toga tahun ke depan, pohon tabebuya tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi calon wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Magelang.

Ia menambahkan, ajakan untuk menanam pohon tersebut juga diharapkan masyarakat Kota Magelang tidak  gumun ( takjub) dengan keindahan pohon yang viral di berbagai media sosial itu, melainkan juga bisa berpartisipasi dengan ikut menanamnya.

“Jangan sampai gumunan saja setelah mendapatkan viral di berbagai media sosial, melainkan  masyarakat  saya harapkan isa menanam di lingkungan rumah atau sekolah, sehingga Kota Magelang  kelihatan lebih asri,” katanya.

Sigit juga mengapresiasi langkah yang dilakukan para alumni SMA Negeri 1 Kota Magelang yang pada saat menggelar reuni pada akhir pekan kemarin telah berpartisipasi menyumbangkan pohon tabebuya tersebut.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Mahbub Yani Arfian mengatakan, penanaman pohon tabebuya di seluruh jalan-jalan protokol di Kota Magelang tersebut selain untuk memperindah kota, juga berfungsi sebagai sarana edukasi tentang dunia tanaman. Yakni menambah khazanah lingkungan. “Selain itu,  penanaman pohon Tabebuya  tersebut untuk menambah fungsi ruang terbuka hijau ( RTH) Kota Magelang khususnya menambah kenyamanan dan keteduhan kota,” katanya.

Menurutnya,  pohon tabebuya mudah tumbuh di Magelang, karena iklimnya yang sesuai. Selain itu, bunga tersebut mempunyai karakter yang unik dan menarik dengan warna, ungu, putih,  dan kuning. “Tabebuya ini juga memberi kesan yang menarik karena berbunga hanya satu kali dalam setahunnya, kecuali beberapa kondisi lainnya bisa berbunga dua kali dalam setahun karena faktor cuaca,” ujarnya.

Ia menambahkan,  bunga tabebuya ini bentuknya hampir mirip dengan sakura, bunga khas Jepang. Namun, ada kelebihannya dari pohonnya, di antaranya  daunnya tidak mudah rontok. Selain itu, akarnya tidak merusak bangunan di sampingnya seperti tembok atau rumah meskipun berbatang keras.

 

Penulis : widias
Editor   :