Pasar Pagi Salatiga Diliburkan Lima Hari

  • Satu Pedagang Positif Covid-19

Para pedagang pasar pagi Salatiga tetap beraktivitas seperti biasa meski sudah ada satu pedagang positif Covid-19, Selasa (19/5) dini hari. Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO- Setelah sempat viral karena mampu menerapkan sphisical distansing ditengah pandemi Covid-19, aktivitas perdagangan pasar pagi di Jalan Jenderal Sudirman (Jensud), Salatiga, akan diliburkan selama lima hari.

Keputusan ini diambil setelah adanya seorang pedagang ikan basah asal Tuntang, diketahui positif Covid-19.

"Diperpanjang 24-28 Mei yang awalnya 3 tiga. Saat ini masih menunggu edaran surat Wali Kota," ujar Rani Mulyani Ningsih (39) pedagang Pasar pagi warga Macanan, Kecamatan Tingkir, Salatiga ditemui wartawan di tengah badan Jalan Jensud, Selasa (19/5) dini hari tadi.

Diakui Rani, tradisi pasar pagi Salatiga jelang lebaran diliburkan adalah biasa. Namun, Pemkot Salatiga tiap tahun hanya meliburkan sehari saja yakni pada hari H lebaran.

Namun, setelah adanya seorang pedagang dinyatakan positif Covid-19 sempat akan diliburkan yakni tanggal 24-26 Mei 2020. Jadwal kembali diubah. Perubahan total dilakukan setelah Kepala Dinas Perdagangan Kusuma Aji dipanggil eksekutif Senin (18/5) malam.

Hal ini dibenarkan Dinas Perdagangan Kota Salatiga. Melalui
Ari Arsyad Staf Sektretariat Dinas Perdagangan Kota Salatiga mengatakan justru kemungkinan akan diajukan liburnya.

"Hasil rapat hingga tadi malam dengan Walikota dan DPRD Salatiga demikian, libur lima hari. Yang jelas mengantisipasi kelangsungan pasar pagi. Bisa diajukan liburnya, ini baru usulan," ujar Ari Arsyad, kepada wartawan yang ditemui di lokasi pasar pagi Selasa (19/5) dini hari tadi.

Terkait satu pedagang Pasar pagi Salatiga dinyatakan positif Covid-19 Dinas Perdagangan Kota Salatiga bekerjasama dengan Paguyuban dan PAM Swakarsa Salatiga terus menghimbau pedagang untuk lebih waspada.

Harapan pedagang diakui Arie ingin tetap jualan. Namun karena ini menyangkut nyawa orang banyak dinas tidak ingin mengambil resiko lebih besar lagi.

"Meski pun pedagang yang diketahui positif Covid-19 penjual ikan basah adalah warga Tuntang, Kabupaten Semarang namun DKK Salatiga telah melakukan tracking. Hasilnya, lima orang diminta untuk menjalankan isolasi mandiri. Kita terkendala lintas wilayah," tandasnya. /

Penulis : ern
Editor   : jks