Diduga mengalami depresi, Muhrodin warga Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang berbuat nekad berdiam diri di atas pohon kelapa berketinggian 20 meter selama hampir 11 jam. Foto: Widiyas Cahyono
MAGELANG- Diduga depresi, Muhrodin ( 36) warga Dusun Karet RT 03 Rw04, Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, nekad memanjat pohon kelapa setinggi sekitar 20 meter dan bertahan selama 11 jam.
Aksi nekad bapak satu orang anak ini dilakukan sejak Senin ( 23/10) pagi kemarin hingga sekitar pukul 19.30 WIB.
Keberadaan pelaku pertama kali diketahui salah satu warga setempat, Walyadi yang sedang mencari ranting kayu di sekitar lokasi kejadian. Selama menjalankan aksinya, Muhrodin memilih berdiam di antara pelepah batang daun kelapa.
Warga yang mengetahui aksi nekad dari Muhrodin tersebut terus berupaya membujuknya agar mau segera turun. Namun, pelaku tetap pada pendiriannya “bertengger” di atas pohon kelapa.
Bahkan, penduduk setempat juga sempat mendatangkan anak dan istrinya di dekat lokasi tersebut dengan harapan pelaku mau mengakhiri perbuatannya tersebut. Namun, upaya tersebut juga gagal.
Saat salah seorang penduduk setempat, Supri, mencoba membujuk agar Muhrodin turun dari pohon kelapa dan menemuinya di atas pohon itu juga, pelaku malah meminta nasi dan rokok.
“ Tadi ia sempat minta nasi karena mungkin kelaparan . Selain itu ia juga meminta rokok,”ujar Supri.
Namun, sekitar pukul 19.30 WIB, dengan bantuan dari aparat Polsek Mertoyudan dan tim SAR Kabupaten Magelang, pelaku dapat diturunkan dalam kondisi lemas.
"Korban akhirnya mau turun dalam kondisi lemas dan dievakuasi oleh tim SAR Basarnas Kabupaten Magelang,”kata Wakapolsek Mertoyudan, Iptu Sujarwo.
Sujarwo mengatakan, dugaan sementara pelaku berbuat nekad dengan berdiam diri di atas pohon kelapa hampir selama 11 jam tersebut karena mengalami depresi.
Meskipun demikian, pihaknya belum bisa memastikan penyebab utamanya pelaku berbuat nekad. Dari pengakuan saudaranya , dalam beberapa hari terakhir sikap pelaku berubah menjadi pendiam.
Untuk penanganan lebih lanjut, korban akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa dr Soerojo Magelang.
"Saya sudah koordinasi dengan bu Kadus Karet, korban kita bawa ke rumah sakit jiwa untuk pemeriksaan psikologis," tandasnya.
Penulis : widias
Editor : awl