Terima Bansos, Seorang Advokat Protes


Advokat senior saat menunjukkan surat berlogo Kemensos RI sebagai penerima BLT di kantornya, di Salatiga, Rabu (20/5). Foto : Ernawaty

SALATIGA, WAWASANCO- Pencairan Bantuan Sosial dari Kementerian Sosial RI kembali menuai protes. Kali ini, seorang pengacara dan Advokat senior di Salatiga, Suroso 'Ucok' Kuncoro mengaku menerima yang layaknya diberikan kepada warga lebih layak terdampak Covid-19. Oleh karena itu dia melakukan protes dengan mengembalikannya.

"Meski saya pensiunan ASN, tapi saya merasa masih mampu sebagai pengacara dan Advokat. Saya juga kaget, saat Pak RT mendatangi saya dan mengatakan saya berhak menerima bantuan tersebut," kata Suroso 'Ucok' Kuncoro saat dikonfirmasi, Rabu (20/5). 

Namun karena merasa tidak berhak, Ucok terang-terangan menolaknya dan mengembalikannya lagi.

Pimpinan Kantor Advokat Fast and Asosiasi Salatiga ini semakin gerah, manakala bantuan sebesar Rp 600 ribu dan harus diambil di Kantor Kecamatan Sidomukti, tempat dia dahulu sebagai Camat disana, terdengar kabar dirinya masih punya kuasa.

"Tetangga pada bilang karena wilayah pengambilan di Kantor Kecamatan Sidomukti tempat saya duku sebagai Camat, pantas kalau saya menerima karena masih punya kekuasaan untuk ngatur siapa-siapa yang menerima. Itu salah besar, itu keliru," tegas mantan Kabag Humas Pemkot Salatiga tersebut.

Ucok pun menyadari, jika Ketua RT tempat ia tinggal tidak tahu menahu soal bantuan salah sasaran tersebut. Namun ia berharap, data tersebut dievaluasi.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Salatiga Rochadi saat dikonfirmasi mengatakan sejauh ini pencairan baru dilakukan di dua kecamatan.

Hanya saja memang, sejauh ini Dinsos Salatiga belum dapat mendata berapa yang telah dikembalikan karena 'tidak tepat sasaran'.

"Di Salatiga baru dua kecamatan yang dicairkan. Namun berapa jumlah yang dikembalikan belum bisa kita mendata," ungkap Rochadi

Penulis : ern
Editor   : jks