Terdampak Covid-19, Guru Non PNS Terima Bantuan


Ketua PGSI Kabupaten Dekak Noor Salim saat menerima bansos/JPS pangan dari Dinsos P2PA untuk diteruskan kepada ratusan guru non-PNS juga ustadz terdampak covid-19. Attachments area

DEMAK, WAWASANCO-Tak hanya para pekerja sektor informal, para guru non-PNS di sekolah swasta turut terdampak pandemi corona. Kabar baiknya, Pemkab Demak melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DINSOS P2PA) memberikan Paket Bantuan Sosial Masyarakat Terdampak Covid-19 kepada ratusan guru yang tergabung dengan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI).

Ucapan terimakasih pun diungkapkan Ketua PGSI Kabupaten Demak Noor Salim, bahwa bantuan pangan berupa 10 kilogram beras, satu pak mininstan, kecap dan susu saset sungguh berarti. Terlebih sejak kegiatan sekolah dialihkan melalui program daring, praktis menjadikan banyak guru non-PNS tersebut  semakin minim penghasilan.

"Atas nama guru dan ustadz menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian Bapak Bupati melalui Dinsos P2PA kepada para guru terdampak covid-19. Bantuan ini sangat membantu meringankan beban ekonomi bagi guru swasta dan keluarga yang ditanggung tentunya," ujarnya, Kamis (21/5).

Disebutnya, bantuan bahan pangan tersebut merupakan respon cepat dan tepat dari pemda. Sebab di saat kondisi perekonomian para guru swasta juga ustadz dan ustadzah semakin terpuruk oleh wabah corona,  Dinsos P2PA langsung menjawab surat permohonan PGSI dengan memberikan paket bantuan pangan. Diharapkan bansos pangan bisa diberikan lagi bulan berikutnya selama covid-19, di samping jumlah penerima bisa ditambah.

Terpisah Kepala Dinsos P2PA H Eko Pringgolaksito tidak memungkiri, masih banyak warga tidak masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sementara mereka turut terdampak covid-19. Kehilangan pekerjaan (PHK)  atau terpaksa dirumahkan karena perusahaan atau tempat bekerja tutup untuk menghindari penularan virus corona atau menhalami penurunan produksi.

Sehubungan itu pemerintah telah mengalokasikan bantuan Bansis/jaringan pengaman sosial (JPS) sembako atau bahan pangan bagi mereka yang tidak masuk DTKS. 

"Bansos pangan tersebut ada yang bersumber dari pemerintah provinsi dan ada pula dari pemda. Bantuan masing-masing senilai Rp 200 ribu yang diwujudkan 10 kilogram beras, satu kardus mi instan, kecap dan susu telah didorong langsung ke desa sesuai usulan pemdes," ujarnya.

Jumlahnya ada ratusan ribu paket. "Target kami pada Lebaran ini 220.000 warga Demak terdampak covid-19 bisa tersenyum merayakannya," kata Eko Pringgolaksito.

Di sisi lain Ketua DPRD Demak H Fahrudin BS yang juga pembina PGSI menyatakan dukungannya kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Demak yang telah mendistribusikan bantuan pangan bagi mereka yang yidak masuk DTKS. "Hendaknya terus lakukan pendampingan dalam penyaluran Bansos/JPS sehingga tidak terjadi tumpang tindih," ujarnya. 

Penulis : ssj
Editor   : jks