IKA FIB Beri Donasi Mahasiswa yang Tidak Mudik


Ketua IKA FIB Agustina Wilujeng SS MM memberikan pengantar sebelum menyerahkan donasi berupa uang tunai kepada mahasiswa FIB yang tidak mudik karena wabah Covid-19, di depan Kantor DPP IKA FIB Undip, Semarang, Jumat (22/5)

Semarang, wawasanco - Alumni Fakultas Ilmu Budaya Undip Semarang membagikan bantuan uang tunai kepada mahasiswa FIB yang masih bertahan di kos kosan. Mereka adalah mahasiswa yang terdampak Covid-19, dan tidak mudik  ke kampung halaman. 

Donasi berupa uang  yang dibagikan kepada 60 mahasiswa itu berasal dari sumbangan para alumni FIB yang dulunya bernama Fakultas Sastra, yang tersebar di berbagai daerah. Tiap mahasiswa menerima bantuan Rp 300.000. 

Pembagian secara simbolis dengan tetap menerapkan physical distancing itu dilakukan di halaman sekretariat Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (DPP IKA FIB UNDIP) Jl. Hayamwuruk No. 3 Semarang, Jumat (22/5)

Hadir dalam pembagian itu Wakil Rektor Undip Prof Budi Setiyono, Dekan FIB Dr Nurhayati, dan wakil dekan Dr Alamsyah dan Drs Suharyo. Hadir juga Ketum DPP IKA FIB Agustina Wilujeng SS MM, Sekjen Dr Teguh Hadi Prayitno, Bendahara Noviana Susilowardani, SS, Ketua Bidang Komunikasi Drs. Gunawan Permadi, Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Aulia Muhammad, Ketua Bidang Organisasi Arido Laksono MHum, dan Direktur alumni Undip Drs Mujid Farikhul Amin. 

Wakil Rektor Undip Budi Setiyono dan Dekan FIB sangat mengapresiasi gerakan peduli almamater dan penanggulangan dampak Covid 19 yang diiinisiasi IKA FIB. "Ini adalah bentuk gotong royong dari keluarga besar Undip yang di dalamnya ada para alumni. Semoga kepedulian ini terus diikuti oleh alumni Undip lainnya," ajak Budi.

Ketua Umum DPP IKA FIB Agustina Wilujeng SS MM di sela-sela acara pembagian bantuan tersebut mengungkapkan mahasiswa FIB itu adalah keluarga kita yang harus diperhatikan tentu harus diperhatikan. "Awalnya muncul dari Ibu Dekan, ibu dekan membuat seruan dalam group hingga akhirnya alumni FIB ini bergotong royong dan terkumpulah sejumlah sumbangan yang kemudian dibagikan kepada keluarga kita (mahasiswa FIB-red) yang tidak bisa mudik," ungkap Agustina Wilujeng yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

"Apapun mudik menjadi hal yang menyenangkan untuk anak-anak yang merantau untuk menuntut ilmu dan sangat diharapkan, karena saat mudik mereka akan lebih leluasa dan gembira saat bertemu orangtuanya masalahnya adalah dalam pandemi Covid seperti mereka tidak bisa mudik. Oleh sebab itu kita melakukan sesuatu untuk peduli pada keluarga FIB," lanjutnya.

Soal pemberian bantuan berupa uang tunai, Agustina Wilujeng mengatakan karena saat ini ada tren masyarakat untuk memberikan bantuan dalam bentuk makanan siap saji. "Pemerintah Kota Semarang juga membagikan sembako yang luar biasa, artinya makanan siap saji dan sembako itu sudah ada. Kebutuhan mereka tidak hanya itu. Mereka butuh beli pulsa untuk sarana silaturahmi di masa pandemi ini, sehingga kita beri dalam bentuk uang tunai," ungkap Agustina.

Sukma Wirajayakusuma, salah satu mahasiswa FIB, mengatakan bantuan itu sangat membantunya dan sangat berterimakasih kepada para alumni. "Sangat membantu. Meringankan saya juga karena di sini saya tidak ada orang tua dan merantau sendiri," ucap mahasiswa semeter dua tersebut.

Penulis : ak
Editor   : edt