Petani Diminta Survive di Masa Pandemi Covid-19


KENDAL, WAWASANCO- Bulan Mei ini Kendal masuk fase panen raya padi dan semangka, disaat pandemi Covid-19 ini justru sektor pertanian ini yang tetap bisa survive walaupun harga belum sesuai harapan.

Dalam pengamatan sejumlah harga komoditas pertanian mengalami koreksi harga. Cabai 10.000 per kilogram, Semangka 2.000 per kilogram, juga Gabah 3.200 per kilogram. Hanya bawang merah yang harga masih tinggi diatas 30,000 per kilogram.

Seperti yg disampaikan Slamet (45), petani cabai asal Bangunsari, saat ini menurutnya sudah hampir tanam 4 kali karena banjir, cabai yang sudah panen dihargai murah. 

"Terpaksa kita panen sendiri agar tetap bisa dapat uang, kalau kita kerjakan orang lain hanya cukup utk membayar tenaga kerja," ungkapnya kepada wartawan.

Senada disampaikan oleh Susanto (50), petani Bawang Merah desa gubugsari Pegandon, Kendala tenaga kerja di sektor pertanian yang semakin sulit, 

"Hanya orang tua seperti saya yang masih mau ke sawah mas, kabar baiknya harga bawang merah kali ini bagus, namun merawat bawang merahnya itu sulit, tonasenya rendah. Jadi walaupun harga bagus keuntungan kita juga tidak seberapa," jelas Susanto.

Dalam kesempatan terpisah, H.Windu Suko Basuki menyampaikan terkait persoalan sektor pertanian. Dirinya memberikan motivasi bahwa petani pemilik negeri, artinya semua orang perlu makan dan bahan pangan bisa dihasilkan oleh petani. 

"Maka dari itu, kita harus menyejahterakan petani Kendal dengan program penguatan koperasi berbasis sekmen. Ada koperasi tani, koperasi peternak, koperasi nelayan dan lain-lain," ujarnya Kamis malam (21/5).

Dijelaskan oleh Bacabup Basuki sapaan akrabnya, latihan budidaya pertanian tentu perlu regenerasi dan alih teknologi yang ramah lingkungan. 

"Perlu juga membuka akses pasar ada update harga terkini, penguatan permodalan dan subsidi paska panen," imbuhnya.

Basuki berjanji akan mengupayakan pembelian alat penyimpanan hasil pertanian berupa cold storage dan control atmosfer storage. Agar disaat harga pertanian murah, bisa dibeli dan disimpan. 

"Manajemen stok pangan kita perbaiki dan perkuat, supaya petani kaya negara jaya. Inilah implementasi dari petani pemilik negeri,” pungkasnya.

Penulis : Hanief
Editor   : jks